Belajar dari Kecelakaan di Tol Ulujami, Jangan Pacu Kecepatan Tinggi di Tol

Kompol Muhammad Nasir pun mengimbau kepada pengguna kendaraan agar selalu mematuhi rambu lalu lintas.

Belajar dari Kecelakaan di Tol Ulujami, Jangan Pacu Kecepatan Tinggi di Tol
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Satu dari empat mobil terlibat kecelakaan beruntun di tol BSD-Jakarta di KM 9.500 rusak parah. Kecelakaan pukul 11.50 WIB, Jumat (12/4/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelajaran yang bisa diambil dari kecelakaan beruntun di ruas tol BSD arah Ulujami, Jumat (12/4/2019), yakni pengguna kendaraan bermotor harus lebih waspada, berkonsentrasi penuh dan mematuhi aturan serta rambu lalu lintas.

Minimal, jika patuh terhadap semua itu bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir pun mengimbau kepada pengguna kendaraan agar selalu mematuhi rambu lalu lintas.

Terutama di jalan tol banyak aturan yang harus dipatuhi oleh seluruh pengemudi mobil.

"Salah satunya kecepatan, untuk tol luar kota maksimal 100 kpj, di dalam kota 80 kpj. Masih banyak juga rambu lalu lintas lain yang harus dipatuhi oleh para pengemudi di jalan raya," ucap Nasir ketika dihubungi, Jumat (12/4/2019).

Baca: Video dan Foto Kecelakaan Beruntun di Tol BSD Perlihatkan Mobil-mobil Ringsek, Ini Kronologinya

Kecelakaan itu, lanjut Nasir akibat sebagian besar akibat pengemudi tersebut tidak mematuhi rambu lalu lintas, dan aturan yang sudah ditetapkan oleh undang-undang.

Apabila semua tidak melanggar, maka otomatis fatalitas kecelakaan bisa lebih kecil.

"Jangan justru di jalan Tol itu kita memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, harus tetap mematuhi rambu lalu lintas yang ada," kata Nasir.

Peristiwa kecelakaan beruntun di tol BSD itu sendiri karena salah satu pengemudi kurang konsentrasi, sehingga menabrak pembatas jalan dan masuk ke jalur berlawanan sehingga menyebabkan tabrakan yang melibatkan empat mobil.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pelajaran dari Kecelakaan Beruntun Tol BSD

Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved