Terus Sosialisasi, Relawan Anies Baswedan Capai Ribuan

Kunjungan penggagas Indonesia mengajar ke berbagai daerah ini bukan tanpa hasil

Terus Sosialisasi, Relawan Anies Baswedan Capai Ribuan
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Dua peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, praktisi pendidikan, Anies Baswedan (kanan) dan Menteri BUMN, Dahlan Iskan tampil dalam diskusi mengenai permasalahan bangsa bersama tokoh-tokoh nasional lainnya pada acara Forum Diskusi Indonesia Baru Indonesia Satu di Studio Orange Kompas TV, Jakarta, Rabu (30/10/2013). Acara yang digelar dalam rangka menyongsong Pemilu 2014 tersebut ditayangkan secara live oleh Kompas TV. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peserta Konvensi Partai Demokrat, Anies Baswedan terus melakukan sosialisasi ke berbagai daerah. Kunjungan penggagas Indonesia mengajar ke berbagai daerah ini bukan tanpa hasil.

Selain beberapa lembaga survei menempatkan dirinya sebagai calon presiden non parpol pilihan publik, barisan pendukung Anies juga terus membesar tak hanya di kota besar, namun juga di daerah-daerah.

Tak seperti kebanyakan pendukung calon lainnya, relawan Anies muncul atas inisiatif pendukungnya di beragam daerah dan bersifat sukarela. Saat kunjungan ke Surabaya lalu contohnya, ratusan orang berinisiatif untuk mendukung Anies dalam pencalonan presiden.
Para relawan pendukung Anies tersebut menamakan diri relawan turun tangan. Anggun, salah seorang koordinator relawan turun tangan, mengatakan inisiatif kemunculan relawan di berbagai daerah terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Relawan turun tangan sudah mencapai ribuan orang, teman-teman relawan sepakat untuk tidak sekadar jadi penonton, tapi terlibat dan turun tangan langsung untuk mengurus republik ini,” ujar Anggun dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Rabu (4/12/2013).

Selain Surabaya, sudah banyak relawan di berbagai daerah yang terbentuk, mulai dari Pekanbaru, Yogyakarta, Solo, Makassar bahkan sampai ke Sorong, Papua.

Relawan yang mendaftarkan diri di situs turuntangan.org ini sendiri kebanyakan didominasi oleh anak muda. Imam Syafi’i misalnya, salah seorang mahasiswa yang menjadi relawan turun tangan di Kota Pahlawan, siap mendukung Anies menjadi presiden.

“Saya lihat 'track record' calon-calon presiden yang ada, Anies Baswedan ini punya track record bagus khususnya di dunia pendidikan dan tidak punya tendensi kepentingan apapun, dari situ saya yakin, tujuan orang ini pasti baik,”ujar Imam mengenai alasannya menjadi relawan.

Bersama rekan-rekannya ia kemudian menginisiasi munculnya relawan turun tangan Surabaya.

Anies sendiri selalu menyempatkan diri menemui relawan saat kunjungannya ke berbagai daerah. Dalam kunjungan terakhirnya ke Pekanbaru, Riau (3/12/2013) lalu misalnya, ia menyempatkan menemui puluhan relawan di daerah berjuluk Kota Bertuah tersebut.

Dalam berbagai kesempatan Anies juga mengapresiasi para relawannya.

“Saya memilih untuk menemui relawan daripada mengiklankan diri, menemui relawan lebih menghargai daripada sekadar memasang iklan di media, karena sifatnya dua arah, kita bisa berdiskusi,” ujar Anies saat konferensi pers pascaacara Surabaya Youth Carnival beberapa waktu lalu.

Interaksi antara Anies dengan relawannya tak hanya dilakukan dalam kunjungan-kunjungannya ke daerah, di dunia maya ia juga kerap menyapa para relawannya secara personal. Beberapa waktu lalu ia mengirim surat elektronik (surel) pada para relawannya untuk menceritakan kunjungan-kunjungannya ke berbagai daerah.

Dalam surel tersebut mantan ketua Komite Etik KPK ini menegaskan bahwa suara seorang relawan lebih nyaring dari baliho sebesar apapun.

Penulis: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved