• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 27 Agustus 2014
Tribun Pemilu 2014

Kultur Korupsi di Tubuh PDIP Persulit Jokowi Jadi Capres

Minggu, 29 Desember 2013 05:45 WIB
Kultur Korupsi di Tubuh PDIP Persulit Jokowi Jadi Capres
Kurnia Sari Aziza/Kompas.com
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (tengah) bersama mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri (kanan) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam jamuan makan malam yang diselenggarakan di kediaman Basuki, di Pantai Mutiara, Jakarta, Rabu (25/12/2013). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi harus mempertimbangkan matang-matang dan mewaspadai dukungan masyarakat yang begitu besar kepadanya untuk menjadi capres 2014.

Menurut Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, sikap Jokowi yang merakyat tak cocok dengan elite dan kader PDIP yang dinilainya korup.

"Kultur dan perilaku sejumlah elite dan kader-kader PDIP belum cocok dengan integritas dan karakter Jokowi yang merakyat, tegas dan jujur," kata Petrus di kawasan Sarinah, Sabtu (28/12/2013) malam.

"Sikap Jokowi yang anti korupsi itu tidak cocok dengan kultur yang tumbuh dan berkembang di internal PDIP yang korup. Hingga saat ini masih saja terdapat kader-kader PDIP baik, tingkat DPP, DPD, DPC, sampai tingkat eksekutif maupun legislatif yang menjadi tersangka atau terdakwa dan terpidana korupsi," ujarnya.

Dikatakannya, jika PDIP akhirnya menerima permintan sejumlah pihak dan mengusung Jokowi menjadi Capres dari PDIP, maka menurutnya nasib Jokowi tidak akan jauh berbeda dengan Megawati Soekarnoputri. Yang meskipun sudah mengikuti tiga kali pemilihan Presiden tetapi tetap gagal menjadi Presiden melalui Pemilu.

"Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1999, ibu Megawati mendapat dukungan luar biasa untuk menjadi Presiden RI pascareformasi dan Megawati menjadi Presiden pada tahun 2003 bukan karena pemilu tetapi karena kecelakaan politik," ujarnya.

Dijelaskannya, ketika Megawati mencoba menjadi capres dari PDIP melalui pemilihan umum langsung sebanyak dua kali, ternyata Mega kalah dan kekalahan itu karena masyarakat melihat budaya korupsi di partai politik termasuk PDIP.

"Saat Megawati menjadi Presiden, korupsi yang dilakukan oleh kader PDIP di eksekutif dan legislatif terjadi secara berjamaah. Sementara Megawati sangat lemah melakukan penindakan. Kultur korup dan perilaku korupsi di internal PDIP belum berubah kearah perbaikan yang signifikan,"ujarnya.

"Jika PDIP ingin menyelamatkan Jokowi, maka PDIP harus melakukan langkah progresif dan membenahi kultur yang korup dari dalam selama kurun waktu lima tahun kedepan,"katanya.

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
11 KOMENTAR
2720181 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Eli Cohen-Senin, 30 Desember 2013 Laporkan
    Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus membuat analisa yang ngaco. Kalau membandingkan Pilpres 1999 sangat tidak relevan karena sistim yang beda. Jika si Petrus mau membandingkan harusnya tahun 2004 yang sudah menggunakan sistem yang berlaku juga buat 2014. PilPres 1999 yang memilih Presiden adalah lima ratusan onggok daging anggota MPR. Sekarang rakyat memilih langsung Presiden pilihannya jadi memilih Partai hanya "sekedar saja" atau boleh dikata hanya keterpaksaan saja demi tercapainya prosentasi hak untuk mengajukan CapPres. JOKOWI DIDUKUNG BANYAK ORANG BUKAN KARENA PDIP tapi karena figur pribadi dan kerja nyatanya. Jokowi di Partai apapun tetap akan didukung rakyat. Rakyat tidak bodoh memilih pemimpin yang hanya mengangkat citranya yang semu dibalik sifat aslinya yang korup. Bahkan Prtai Dakwah-pun tempat mangkal raja suap dan raja korup dan raja perempuan.
  • david-Senin, 30 Desember 2013 Laporkan
    Mudah2an ;Bpk. Prabowo yg akan jadi Presiden2014 /nama-nama yg biasa sudah basi /kalau pada muncul pasti banyak GOLPUT /kayanya bakal kisruh /DPT banyak bermasalah / buktikan saja /karena apa'/ banyak yg pada napsu kekuasaan /jadi Presiden /dan tetap Korupsi masih merajalela /kalau tidak ada presiden yg tegas /tambah hancur negara kita /buktikan saja.
  • BRAVO-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    PERTAMA JADI WALIKOTA HANYA DIDUKUNG 39 % SETELAH LIMA TAHUN,PERIODE KEDUA TERPILIH TANPA KAMPANYE 98 % SUARA,KARENA KAPASITAS MELEBIHI WALIKOTA MAJULAH MENJADI GUBERNUR TERNYATA BERHASIL, SELAMA SETAHUN BERKIPRAH SUDAH RIBUAN PROGRAM TERLAKSANA YG SEBELUMNYA HANYA DIBIARKAN,DARI MULAI WADUK,PKL,SUMUR RESAPAN,MRT,MONORAIL,METRO MINI JKT BARU ,PENAMBAHAN ARMADA BUSWAY, SATU-SATUNYA DKI YG MENGGUNAKAN TRANSACTION ONLINE DAN LANGSUNG MINTA BPK UNTUK BEKERJ ASAMA DAN JUTAAN LAGI ,JADI KAPASITAS BUKAN HANYA SEBAGAI GUBERNUR TAPI HARUSNYA NAIK MENJADI PRESIDEN.SAMA KALAU DISEKOLAH JUGA SEPERTI ITU,KELAS AKSELERASI ANALOGINYA.JADI HANYA JOKOWI YG MELEWATI JENJANG ATAU PROSES BERTINGKAT SEBAGAI PEMIMPIN PEMERINTAHAN ,PRESIDEN SEBELUMNYA LANGSUNG TIDAK MELEWATI JENJANG INI (WALKOT,GUB,,PRESIDEN),MEMANG SUDAH KEHENDAK SEJARAH JOKOWI AKAN MENJADI SATU-SATUNYA PRESIDEN YG MELEWATI JENJANG KEPEMERINTAHAN.
  • Jatma Tiwas-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    pangil http://bijaks.net/aktor/profile/drabrahamsamadshmh5192f6e1b2ac4 dia aja biar KKN Bersih,,.
  • dedy ian-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    analisa yg bagus, makanya sampai sekarang saya masih memilih pks, siapapun capresnya..
  • Khaidar Topan-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    betul.......tul........
  • ira dolala-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    semua orang sudah tau mana yg korupsi dan tidak,tak perlu disesatkan analisa yg kurang baik,pecat saja yg terbukti.....lanjut pak jokowi
  • Didik Prihananto-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    Dulu Mega gagal krn rakyat melihat beliau tidak punya kapasitas sebagai presiden, sementara Jokowi punya elektabilitas yg tinggi karena pribadinya. Jadi tidak ada hubungannya dg partai. Jgn membuat analisis yg menyesatkan!
  • Reihan Syaifullah-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    ini orang sewaan capres mana ya..,kok begok bener...!!!yang pasti indonesia saat ini butuh sosok pemimpin seperti JOKOWI.titik..!!!
  • Ratuadil-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    Katakan partai mana yg betul bebas dari korupsi ? Kalaupun ada, hanya karena tdk ada kesempatan. Budaya korupsi ini yg harus dituntas ! Tdk mudah, tetapi utk menuntaskan itu Jokowi adalah yg terbaik, dan tentunya membutuhkan dukungan yg luar biasa kuatnya dari masyarakat. Karena tanpa itu seratus thn lagi juga akan tetap sama kalau tdk lebih buruk !
  • Heru Sardjono-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    Pengacara apa dukun ... ???
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas