Konvensi Demoktrat

Anies Baswedan Usul Program Pemerataan Ekonomi Sampai ke Desa

Salah satu yang didorong Mantan Ketua Komite Etik KPK ini adalah memprioritaskan subsidi di sektor pertanian

Anies Baswedan Usul Program Pemerataan Ekonomi Sampai ke Desa
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Akademisi yang juga peserta Konvensi Partai Demokrat, Anies Baswedan memaparkan pandangannya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (9/12/2013). Anies menitikberatkan kepada perbaikan pondasi bangsa lewat pendidikan untuk menuju Indonesia yang lebih baik. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah sukses menggelar debat capres konvensi putaran pertama di Medan 21-22 Januari 2014 lalu, Komite Konvensi Partai Demokrat melanjutkan debat putaran kedua di Palembang pada 24-25 Januari 2014.

Debat putaran kedua yang diikuti oleh Anies Baswedan, Dino Patti Djalal dan Marzuki Alie berlangsung ketat dengan adu argumen antara masing-masing kandidat. Masing-masing peserta melontarkan program-program andalan yang mereka usung.

Anies Baswedan, capres termuda dalam konvensi pada debat kedua ini banyak berbicara mengenai pemerataan ekonomi sampai ke pedesaan. Bila dalam debat pertama penggagas 'Indonesia Mengajar' ini fokus pada program relokasi BUMN ke daerah-daerah, pada debat kedua ini Anies mengelaborasi ide tersebut dengan program-program pendukung.

Salah satu yang didorong Mantan Ketua Komite Etik KPK ini adalah memprioritaskan subsidi di sektor pertanian.

"Subsidi energi kita timpang, salah sasaran karena justru dinikmati untuk kalangan menengah ke atas. Yang penting adalah subsidi untuk sektor pertanian serta transportasi publik yang menghubungkan desa dengan kota," ujar Anies, dalam siaran persnya, Minggu (26/1/2014).

Mengenai infrastruktur, rektor Universitas Paramadina ini juga menambahkan pentingnya pembangunan infrastruktur di pedesaan untuk mengembangkan ekonomi.

"Aktivitas ekonomi di desa harus hidup. Tentu harus didukung infrastruktur yang baik, irigasi sudah lima belas tahun tidak lagi tersentuh, itu perlu diperbaiki," tambah Anies.

Menurut anggota Tim 8 KPK dalam kasus "Cicak vs Buaya" ini aktivitas ekonomi di desa juga memiliki relasi dengan banyak hal lainnya.

"Jika di desa ada infrastruktur yang memadai, akan sedikit yang menjadi TKI," ujar Anies memberi contoh.

Prioritas Anies dalam ekonomi pedesaan tidak datang begitu saja, ia telah lama melakukannya jauh sebelum debat capres konvensi. Pada tur darat keliling Pulau Jawa bertajuk "3000 Kilometer Nyalakan Harapan" yang ia lakoni pada 20-25 Desember 2013 ia mengunjungi petani tanah pasir di Pandansimo, Bantul. Di tempat tersebut Anies berdiskusi dengan petani dan mendorong pertanian alternatif dengan lahan pasir.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved