Pemilu 2014

Mantan Penderita Kusta Kapok Mengemis di Jalanan

Simbolon kapok, dan tobat. Ia merasa hidup meminta-minta dari para pelintas jalan bukanlah profesi tepat dan terpuji.

Mantan Penderita Kusta Kapok Mengemis di Jalanan
Hand-out/Hermawi F Taslim
Simbolon (kiri), seorang mantan Penderita Kusta di Tangerang, Kabupaten Banten. Hand-out/Hermawi F Taslim 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Pernahkan Anda menyaksikan kakek atau nenek kumal, menunjukkan bagian jari-jari kakinya buntung mengemis di perempatan jalan? Ataukah melihat seseorang yang kakinya terpincang-pincang, dibalut perban berlumuran 'darah' atau obat merah?

Ya. Bagi warga perkotaan seperti Jakarta dan sekitarnya, pemandangan seperti itu lajim ditemui. Aneka macam cara, entah benaran penderita kusta atau sakit buatan, sering diperlihatkan peminta-minta yang hilir-mudik di ibu kota.

Kegiatan itu pun sempat dijalankan Simbolon, bekas penderita sakit kusta. Namun mantan penderita sakit kusta tersebut tidak lama menekuni pekerjaan sebagai pengemis, hanya sehari.

Setelah itu dia kapok, dan tobat. Ia merasa hidup meminta-minta dari para pelintas jalan bukanlah profesi tepat dan terpuji.

"Setelah saya mencoba mengemis selama 1 hari, saya memutuskan berhenti dan tak akan mengulanginya lagi, karena hal tersebut bukan merupakan profesi yang baik," ujar Simbolon, seorang kakek yang semasa sehat berprofesi sebagai satpam.

Demikian dikemukakan Simbolon, satu dari sekitar puluhan orang bekas penderita Kusta dalam pertemuan silaturahmi dengan politisi Partai Nasdem Hermawi F Taslim dan Yanto di kawasan Rumah Sakit Kusta Sitanala, Tengerang, Banten, dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Kamis (13/3/2014).

Hermawi F Taslim merupakan caleg DPR - RI dari daerah pemilihan Banten III. Pria yang lahir di  Padang, Sumatera Barat, 6 Oktober 1961 ini merupakan mantan Ketua Bidang Hukum DPP Partai Kebangkitan Bangsa. Dia menjabat Ketua Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI).

Menurut Hermawi, sejumlah orang usia lanjut yang pernah terjangkiti penyakit kusta dia ajak berkumpul dan bincang-bincang pekan lalu.

Pada kesempatan tersebut ia, dan Yanto, Caleg DPRD Tangerang dari Dapil Kecamatan Benda, berhasil mengumpulkan warga secara spontan sekitar 30 orang. Mereka berdialog di rumah salah seorang tokoh tua di kawasan itu, Simbolon.

"Dalam dialog tersebut, banyak mantan penderita kusta yang curhat tentang kehidupan yang semakin sulit. Bantuan bulanan yang dulu mereka terima sekarang sudah distop dan banyaknya anak-anak muda yang susah mendapatkan pekerjaan," kata Hermawi.

Suasana haru mewarnai silaturahmi ini. Tanpa malu-malu, beberapa dari mantan penderita kusta ini memperlihatkan jari-jari tangan atau bagian-bagian tertentu dari kaki-kaki mereka yang sudah tidak utuh lagi.

Pada akhir pertemuan, Hermawi Taslim menegaskan seyogianya para mantan penderita kusta ini diurus dan menjadi tanggung jawab negara. "Mereka adalah warga Negara yang sah. Tapi karena pemerintah kita saat ini lebih sibuk melayani dirinya sendiri, sehingga tidak cukup perhatian untuk memperhatikan dan mengayomi warganya," kata Hermawi.

Taslim berjanji memberikan perhatian khusus kepada para manusia usia lanjut (manula) dan warga lain yang karena keadaannya sudah tidak bisa beraktivitas secara optimal.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help