Rabu, 26 November 2014
Tribun Pemilu 2014

Jokowi Vs Prabowo Mirip The Clash Of The Titans

Selasa, 18 Maret 2014 20:14 WIB

Jokowi Vs Prabowo Mirip The Clash Of The Titans
Net
Film Clash of The Titans 

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNEWS.COM, JAKARTA -- Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2014-2019 memunculkan dua nama besar yakni Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Dalam berbagai survei, termasuk survei teranyar Indikator Politik Indonesia, hanya Prabowo yang memberikan perlawanan. Walau masih bakal calon presiden dan beberapa bulan lagi baru digelar, direktur eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi menyebut pertarungan Jokowi dan Prabowo seperti dalam legenda Yunani "The Clash of Titan" alias Perang Para Dewa yang kekuatannya seimbang.

"Masih lama tentu saja beberapa bulan ke depan. Tapi setidaknya gambaran ke depan politik hari ini itu sepertinya petarungan mengerucut pada dua nama antara Jokowi dengan Prabowo Subianto. Ini semacam the clash of titans," ujar Burhanuddin di Cikini, Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Walau demikian, kata dia, dalam demokrasi petarungan tersebut tidak lah baik dan menjadi kurang produktif karena hanya menjadi ajang pertarungan dua calon.

Menurut Burhanuddin, jauh lebih baik jika ada calon presiden yang bisa menyangi popularitas dan elektabililitas kedua tokoh walau sebenarnya disparitas antara Jokowi dan Prabowo sangat kentara.

"Pertarungan dua raksasa yang menurut saya pada titik tertentu kurang produktif juga karena akan jauh lebih menarik kalau pertarungannya lebih kompetitif kemudian masyarakat diberikan pilihan dari pilihan-pilihan yang baik," kata dia.

Asal tahu saja, dalam rilis Indikator, jika pemilihan presiden dilakukan saat ini, Jokowi mendapat dukungan terbesar. Dalam jawaban spontan atau sukarela, dukungan terhadap Jokowi 22,4 persen kemudian Prabowo 12 persen.

Sementara jika nama-nama calon presiden dikerucutkan menjadi enam, Jokowi mendapatkan 41,5 persen, Prabowo 16,3 persen, Wiranto 9,8 persen, Aburizal Bakrie 8,8 persen, Megawati 6,6 persen, dan Dahlan Iskan 2,5 persen. Responden yang belum menentukan pilihan sebesar 14,4 persen.

Survei tersebut dengan melibatkan sampel basis 2.050 responden dfi seluruh Indonesia di 400 sampel di dalamnya berada di DKI, umurnya 17 tahun atau lebih. Survei dilaksanakan dengan metode wawancara pada periode 18 Januari - 2 Februari 2014. Survei tersebut kerja sama Indikator Politik Indonesia dan Rumah Kebangsaan dengan tingkat kepercayaan 95 persen atau margir of error kurang lebih 2,4 persen.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas