• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Pemilu 2014

KPPS se-Kota Sabang Minta Tambahan Honor

Kamis, 3 April 2014 15:39 WIB
KPPS se-Kota Sabang Minta Tambahan Honor
Warta Kota/henry lopulalan/henry lopulalan
LOGISTIK PEMILU - Petugas sedang mengecek kotak suara yang sudah di segel di Kantor Kelurahan Karanganyar, Jalan Karanganyar B Raya, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (27/3/2014). Logistik pemilu Caleg ini siap dikirim ke tempat pemungutan suara (TPS) yang berjumlah 55 tps di 13 RW dengan 21.659 pemilih yang terdaftar. (Warta Kota/henry lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, SABANG - Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2014 se-Kota Sabang meminta Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat untuk menambah honor dan uang makan mereka. Permintaan tersebut disampaikan karena mereka menilai honor dan uang makan yang diterima selama ini masih minim. Ratusan KPPS di kota itu mengancam akan mundur secara massal bila hingga 5 April 2014 permintaan tersebut tak dipenuhi KIP.

Permintaan itu disampaikan KPPS dalam bimbingan teknis (bimtek) Pemilu di Aula Dinas Infokom Sabang, Rabu (2/4/2014). Hal yang lebih fatal lagi, uang makan yang sebelumnya diberikan Rp 50 ribu per hari kini menjadi Rp 35.000/orang/hari. Begitu juga honor bimtek hanya diberikan Rp 40 ribu/hari/orang.

"Honor hari H hanya diberikan 350 ribu rupiah anggota dan Rp 400 ribu untuk ketua. Ini jelas sangat tidak wajar dibanding dengan tugas dan tanggung jawab untuk menyukseskan Pemilu 2014," kata Hidarto, Anggota TPS III Pasar Sore, Kota Bawah Barat kepada Serambi (Tribunnews.com Network), kemarin.

Karena belum ada keputusan tentang penambahan honor dan uang makan bagi mereka, anggota dan ketua KPPS di Kecamatan Suka Jaya dan Suka Karya tak bersedia menerima surat undangan dan spanduk pemilu yang diberikan KIP.
"Surat undangan pemilih baru diambil dan diedarkan bila KIP menempati janjinya menambah honor dan uang makan kami pada 5 April ini. Tapi, bila hingga tanggal tersebut KIP belum menambah hak kami, semua KPPS se-Kota Sabang akan mengundurkan diri," ujar anggota KPPS lain yang tak mau dituliskan namanya.

Ketua KIP Kota Sabang, Marzuki Harun yang dimintai tanggapannya terkait hal itu secara tegas mengatakan, honor KPPS dibayar sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang dibuat KPU Pusat, yakni Rp 350 ribu untuk anggota KPPS plus uang makan Rp 35 ribu dan Rp 400 ribu untuk ketua KPPS plus uang makan Rp 35 ribu.

Sementara untuk honor antar surat undangan, menurutnya, diberikan sesuai kebijakan KIP, yakni Rp 300/surat undangan. Apalagi, dana hibah dari Pemkab hingga kini belum jelas.

"Kita sadar, honor untuk KPPS tak sebanding dengan tugas dan tanggung jawabnya. Karena itu, kita akan berkoordinasi dengan KPU pusat tentang penambahan honor KPPS tersebut," katanya.

Ditanya tanggapannya soal ancaman KPPS akan mengundurkan diri secara massal jika honor mereka tak ditambah, Marzuki menyatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan KPU pusat dan pihak terkait lainnya di daerah.

"Kita terus berusaha untuk menambah honor KPPS, sehingga pemilu di Sabang akan sukses," katanya.(az)

Editor: Dewi Agustina
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
3128221 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • efsa sabang-Kamis, 3 April 2014 Laporkan
    Nyan keuh, gara-gara sidroe ureung yang galak2 pegah haba. Abeh hanco mandum. Dia pikir dia pintar... Hahaha
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas