• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribun Pemilu 2014

Ini Prediksi Tiga Poros Koalisi Parpol untuk Pilpres 2014

Rabu, 9 April 2014 21:56 WIB
Ini Prediksi Tiga Poros Koalisi Parpol untuk Pilpres 2014
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Gubernur DKI Jakarta yang akan maju calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo atau Jokowi (kiri) bersama istrinya, Iriana Joko Widodo menunjukkan surat suara yang telah mereka coblos saat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 27, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014). Jokowi yang mendapat nomor urut 116 langsung mencoblos pilihannya. Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS tersebut berjumlah 430 orang yang terdiri dari 208 laki-laki dan 222 perempuan. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembicaraan seputar komposisi pemilihan presiden 2014 langsung menyeruak setelah hasil pemilihan legislatif terbaca meski hanya berdasarkan hitung cepat dari sejumlah lembaga survei.

Board Advisor CSIS Jeffrie Geovanie menjelaskan, Pilpres 2014 ini akan menarik karena kekuatan partai-partai sangat berimbang. Menurutnya, setidaknya akan ada tiga poros koalisi.

"Kemungkinan koalisi buat pemilu Presiden adalah, PDIP, PKB, dan Nasdem mengusung Jokowi-Surya Paloh (Ketum Nasdem) atau Jokowi-Muhaimin Iskandar (Ketum PKB)," ujar Jeffrie Rabu (9/4/2014).

Koalisi kedua adalah Golkar dengan Hanura yang mengusung Aburizal Bakrie (Ketua Umum Golkar) berpasangan dengan Wiranto (Ketum Hanura) atau Aburizal dengan Hary Tanoesoedibjo (Ketua Bappilu Hanura).

Dan koalisi ketiga adalah Gerindra dengan PPP, PAN dan Demokrat. Komposisinya, bisa Prabowo Subianto (Gerindra) dengan Dahlan Iskan (peserta Konvensi Demokrat) atau Prabowo dengan Suryadharma Ali (PPP). Atau opsi ketiga, Prabowo bersama Hatta Rajasa (Ketua Umum PAN dan besan Presiden SBY).

"Hampir seperti itulah kira-kira kemungkinan koalisinya," jelas Jeffrie, yang prediksinya soal dinamika politik kerap akurat. 

Berdasarkah ini hasil hitung cepat (quick count) Litbang KOMPAS, perolehan PDIP 19,24 persen. Kemudian disusul secara berurutan Partai Golkar 14,86 persen, Partai Gerindra 11,68 persen, Partai Demokrat 9,53 persen, PKB 9,20 persen, PAN 7,46 persen, PKS 7,02 persen, PPP 6,74 persen, Partai Nasdem 6,71 persen, Partai Hanura 5,14 persen, PBB 1,46 persen dan PKPI 0,96 persen. 

Komposisi tersebut berdasarkan persentase suara masuk 86 persen, suara sah 65,52 persen, suara tidak sah 7,67 persen dan suara tidak digunakan alias golput 26,81 persen.

Penulis: Willy Widianto
5 KOMENTAR
3154652 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Suara Demokrasi-Kamis, 10 April 2014 Laporkan
    Rakyat msh belum dewasa, msh bisa dibeli uang receh, akibatnya kembali akan dipimpin Koalisi SETAn
  • Yoyonk-Rabu, 9 April 2014 Laporkan
    Terlalu nih pengamat....masa pks gak dihitung????????????????????
    Setuju dgn pernyataan Jokowi bahwa Koalisi bkn untuk barter jabatan Tepat dan sdh terbukti efeknya adalah Korupsi berjamaah.
    Koalisi seharusnya dibentuk murni untuk memajukan dan mensejahterakan Rakyat Indonesia Titikkkk,atau Kita mau mengulangi sejarah yg baru saja berlangsung, jgn mudah lupa ingatan Bro....
  • A Sandry Nasution-Rabu, 9 April 2014 Laporkan
    Sangat pantas jika Prabiwo dengan Surya Darma Ali karena mereka komplit Dunia dan akhiratnya dapat.makanya aku sangat mendukung mereka.
  • kolonel-Rabu, 9 April 2014 Laporkan
    Setuju PDIP berkoalisi dgn PKB dan Nasdem krn mereka mengusung semangat Pluralisme. Yah kalo bisa jangan otomatis mengusung Ketua Umum lah jadi cawapres. Jangan gara" koalisi, trus hanya karena menghormati Ketua Umum utk diusung sbg Cawapres....eh malah gak ngejual dimata Rakyat. Sepertinya JK menjadi salah satu alternatif yg sangat potensial krn beliau punya magnet kuat di wilayah Timur. Selain itu, kapabilitas JK sdh tidak diragukan lagi baik dari aspek kemampuan menjalankan pemerintahan maupun kemampuan politiknya. Syaratnya ada 2: kalo menang, harus disepakati Golkar jgn ikut"an merasa punya kontribusi krn JK maju sebagai pribadi. Dan JK harus bisa memperlihatkan dirinya utk tdk menjadi Matahari Kembar. Andaikan JK mampu menerima syarat itu, saya yakin JK akan menjadi bapak bangsa krn kiprahnya sekalipun bukan menjadi Presiden. Seperti halnya Bung Hatta, namanya tetap harum hingga kini. Go Jokowi JK
  • ALHMDLLH PARTAI DAN CAPRES JAGOAN KAMI JUARA SATU,MENGAPA KAMI DUKUNG PDIP
    1:kami menghargai pendiri proklamatos bangsa ini ya itu BUNG KARNO DAN BUNG HATA,
    2:kami menghargai segala kebijakan pak jokowi yg memperhatikan rakyat kecil waalau kata orng yg kontra di sebut pencitraan bagi kami tidak peduli ituh yg penting kenyatan hasil kerjanya,
    3:menghargai bu mega yg sudah lugowo memberikan mandat kursi RI.1 kekadernya,,inilah alasan kami pilih pdip.semoga kedepan lebih sukses indonesiaku,,
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas