• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribun Pemilu 2014

Cawapres Pendamping Jokowi: Militer, Ekonom, atau Politikus?

Sabtu, 12 April 2014 07:03 WIB
Cawapres Pendamping Jokowi: Militer, Ekonom, atau Politikus?
Tribunnews/Herudin
Calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo atau Jokowi menghadiri acara jumpa pers posko relawan Pro Jokowi (Projo) di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2014). Selain bertemu dengan relawan pemenangan, Jokowi juga meresmikan Rumah Jokowi. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Tribunnews.com, Jakarta — Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo mengaku punya lima kandidat untuk menjadi bakal calon wakil presiden. Pada Jumat (11/4/2014) malam, dia bertemu Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri membahas soal para kandidat ini di kediaman pribadi Megawati di Kebagusan, Jakarta Selatan.

"Kriteria sudah rampung, tapi enggak bisa saya sebutkan nama. Sudah mengerucut menjadi lima orang," ujar Jokowi saat dijumpai di depan rumah dinasnya di Jalan Taman Surapati 7 Menteng, Jakarta Pusat, sebelum berangkat ke Kebagusan.

Jokowi memastikan pula kelima nama kandidat bakal calon wakil presiden yang akan diusung PDI-P tersebut bakal diumumkan pekan depan. "Ada (nama) yang sudah sering beredar, ada yang belum. Ada yang partai, ada yang bukan, ada yang usianya di atas (saya), ada yang di bawah (usia saya). Ada ekonom, militer, politikus. Nantilah. Sabar," ujar Jokowi ketika ditanya soal para kandidat.

Berdasarkan perkiraan sementara perolehan suara berdasarkan hitung cepat, target perolehan suara 27 persen yang dipatok PDI-P tak akan tercapai. Hitung cepat yang digelar Kompas, misalnya, mendapatkan suara PDI-P berkisar 19,52 persen, sebagai pemuncak perolehan suara partai.

Hitung cepat Kompas mendapatkan peringkat kedua perkiraan perolehan suara ditempati Partai Golkar dengan 15,22 persen suara. Lalu, peringkat ketiga ditempati Partai Gerindra dengan 11,58 persen suara.

Merujuk perkiraan perolehan suara berdasarkan hitung cepat ini, tak ada satu pun partai yang memenuhi syarat minimal 25 persen suara sah untuk dapat mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden. Namun, khusus PDI-P masih ada peluang memenuhi persyaratan minimal pencalonan pasangan itu dari konversi suara menjadi kursi.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
6 KOMENTAR
3165431 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • syahrul ramadhan-Sabtu, 12 April 2014 Laporkan
    kalo saya boleh usul sih, mending pak Jokowi aja yang jadi cawapresnya pak Prabowo aja. pasti masyarakat tidak akan ragu lagi dengan kualitas pasangan Prabowo-Jokowi dalam memimpin negara ini.
    pak Prabowo yang membawa nama Indonesia berjaya di luar negri dan pak Jokowi yang menjaga kestabilan masyarakat di dalam negri. keren bangettt tuuuhhh...
    asli, gw juga gk mau pikir panjang lagi kalo pasangan itu sudah jadi...
  • dellia-Sabtu, 12 April 2014 Laporkan
    mending pak Jokowi jadi cawapresnya pak Prabowo. sudah pasti menang dehhh....
  • timorkou-Sabtu, 12 April 2014 Laporkan
    ok pak Jokowi, kalau mau pilih cawapres dan susunan kabinet kalau bisa harus dari partai golkar, gerindra, dan nasdem. makasi
  • abunaiyoo-Sabtu, 12 April 2014 Laporkan
    Jokowi berpasangan dengan boneka Ical pun akan menang....
  • safira-Sabtu, 12 April 2014 Laporkan
    siapapun cawapres nya yg penting bukan pengingkar janji . jangan cuma umbar umbar janji , tidak korupsi . harus berbakti . menjalankan amanat rakyat selama 5 tahun . jangan seperti JKW48!!!!
  • sariaty-Sabtu, 12 April 2014 Laporkan
    jokowi puan mantap,,perekat partai dan tdk menghilangkn trah soekarno
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas