Selasa, 25 November 2014
Tribun Pemilu 2014

Warga Lempari Caleg Stres yang Curi Sandal Jepit dan Kelapa

Senin, 14 April 2014 09:29 WIB

Warga Lempari Caleg Stres yang Curi Sandal Jepit dan Kelapa
Warta Kota/Theo Yonathan
Pondok Pesantren Bhakti Nugraha Al Islami, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat milik Ustaz Syaifuddin Juhri. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahmad (bukan nama sebenarnya) membuat malu seluruh keluarga. Calon anggota legislatif (caleg) itu mencuri kelapa dan sandal jepit.

Warga pun melempari eks pemilik toko kelontong itu dengan batu.

Harian Warta Kota (TRIBUNnews.com Network) melaporkan pada edisi Senin(14/4/2014) ini, cerita ihwal Ahmad ini disampaikan Ustaz Syaifuddin Juhri, pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Bhakti Nugraha Al Islami, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ustad Syaifuddin menceritakan, keluarga Ahmad meminta dia untuk memberikan pertolongan agar Ahmad kembali pulih.

"Saya dihubungi keluarganya yang datang ke sini. Karena pasienya berada di daerag Parung, saya diminta ikut mereka untuk melihat kondisi pasien di sana," katanya.

Pasien yang satu ini, menurut Syaifuffin, termasuk paling parah. Jumat (10/4) malam, atau sehari setelah pencoblosan, rumahnya kedatangan rombongan yang adatang menggunakan dua buah mobil. Mereka adalah keluarga Ahmad.

Mereka memohon Syaifuddin agar ikut ke sebuah rumah di kawasan Parung, Bogor, Jawa Barat.

Rupanya keluarga caleg itu baru mengevakuasi caleg gila itu dari rumahnya di Tangerang ke Parung, Bogor. Keluarga malu, karena caleg stres itu mulai berulah.

Syaifuddin menceritakan, caleg itu tadinya tokoh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya di Tangerang. Dia tidak terlalu kaya, tapi sebenarnya kehidupannya lumayan.

Caleg itu punya satu toko kelontong. Tapi lantaran obsesinya jadi anggota DPRD, toko itu dijual, kemudian dijadikan modal untuk ikut pemilihan.

Begitu pencoblosan usai dan tahu dirinya tak akan terpilih, caleg ini berubah aneh. Dia jadi lebih sering menyendiri di dalam kamar. Tak mau makan, minum, apalagi bicara.

Belakangan dia sering keluyuran ke rumah tetangga lalu mengambil sandal jepit atau kayu bekas. Kayu-kayu itu kemudian ditumpukkan di depan rumah. Untungnya caleg ini tak mengamuk, hanya kelakuannya saja menyebalkan.

Melihat tingkahnya mulai aneh, keluarganya memilih membawanya ke Parung, Bogor, Jawa Barat, di rumah salah seorang saudaranya. Saat Syaifuddin datang ke Parung, caleg itu ditempatkan sendirian di kamar. Keluarganya sengaja tak menaruh tempat tidur, lalu seluruh kain dan tali sengaja disingkirkan karena takut caleg itu bunuh diri.

Namun tingkah lakunya tak berubah, beberapa jam setelah menempati kamar itu, meski pintunya dalam kondisi terkunci, sang caleg malah kabur dengan cara membongkar jendela tanpa teralis.

Usai membongkar jendela dia keluar rumah, dia lalu memanjat sebuah pohon kelapa milik tetangga. Tinggi pohon itu dua meter. Dia kemudian mencopot semua kelapa dari atas pohon.

Dengan golok yang dia bawa dari dapur. Semua kelapa dia buka dan diminumnya. Terang saja kelakuan caleg ini membuat warga di situ murka. Dia sempat dilempari batu dan baru berhenti begitu saudaranya memberitahukan bahwa itu adalah saudaranya.

“Akhirnya keluarga mengganti kerugian dengan cara membayar buah kelapa yang dipetik. Mau bagaimana lagi, orang lagi stres,” kata Syaifuddin kepada Warta Kota, kemarin sore. Lantaran takut kabur lagi, saat itu juga keluarga membeli tralis besi dan meminta tukang untuk memasangnya. (*)

LIHAT JUGA:

Ponpes di Lamongan Sudah Terima 40 Caleg Stres

Tim Sukses Caleg Bunuh Diri karena Ditolak Warga

Caleg Stres di Cirebon Sulit Cari Tempat Berobat

Caleg Demokrat yang Gagal: Kembalikan Kompor Gasku

Caleg PPP Batal Sumbang 2 Kubah Masjid karena Kalah

Editor: Dahlan Dahi
Sumber: Warta Kota

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas