• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribun Pemilu 2014

Jokowi -JK Pasangan Ideal

Selasa, 15 April 2014 21:42 WIB
Jokowi -JK Pasangan Ideal
Tribunneews.com/danang setiaji prabowo
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, berdampingan dengan M Jusuf Kalla, mantan Wapres di Masjid Sunda Kelapa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jokowi - Jusuf Kalla (JK) merupakan pasangan pas dan ideal sebagai calon presiden dan calon wakil presiden periode 2014-2019, dengan berbagai pertimbangan variabel politik.

Menurut Fungsionaris DPP Partai NasDem Despen Ompusunggu, figur Jusuf Kalla (JK) bisa melengkapi sosok Capres Jokowi. Keduanya bisa menjadi pasangan kuat dan tegas dalam membawa agenda perbaikan kehidupan rakyat di masa datang.

"JK bukan saja punya pengalaman menjabat wakil presiden, tetapi ketokohannya sebagai negarawan sudah terbukti. Lihat saja dalam lima tahun terakhir, JK tetap eksis di orbit politik nasional, tanpa embel-embel jabatan publik dan fasilitas negara," tegas Despen Ompusunggu.

Lebih penting lagi, Jusuf Kalla (JK) punya chemistry hubungan pribadi dengan Capres Jokowi yang kini sudah diusung PDI Perjuangan dan Partai NasDem. Selain itu, faktor rivalitas politik antar keduanya relatif kecil atau bahkan minus.

"Sehingga, ada rasa kenyamanan politik dari Jokowi terhadap Jusuf Kalla (JK), sebagai pendampingnya, dan mereka bisa fokus bekerja tanpa harus terganggu dengan rivalitas ambisi politik pribadi. Apalagi kalau merujuk rekam jejak JK hingga saat ini, tentu akan memberikan apa yang terbaik bagi kemajuan bangsa dan mensejahterakan rakyat," ujar Despen.

Pengurus Departemen Media dan Komunikasi Publik DPP Partai NasDem ini mengakui, dari sisi popularitas dan elektabilitas, pasangan Jokowi - Jusuf Kalla (JK), juga sangat tinggi dan resistensi publik juga relatif rendah.

Namun Despen menambahkan, tidak tertutup kemungkinan Mantan Ketua MK Mahfud MD sebagai Cawapres mendampingi Jokowi, mengingat PKB juga akan ikut dalam koalisi Pencapresan Jokowi bersama PDI Perjuangan dan Partai NasDem.

"Pak Mahfud juga bagus, tetapi dalam penentuan Cawapres pendamping Capres Jokowi, tentu ada variabel lain untuk menjadi pertimbangan, semisal kemampuan menyediakan logistik," tandas Despen Ompusunggu.

Editor: Yulis Sulistyawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
10 KOMENTAR
3180401 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • jonaidisalad-Selasa, 29 April 2014 Laporkan
    kalau cawapres itu kan pendamping, cawapres itu tulang rusuk bukan tulang punggung dan cawapres harus senior dia bisa berikan masukan pd capresnya, mk tepat jika cawpresnya JK, cawapres itu harus berpengalaman.
  • karotarigan-Rabu, 16 April 2014 Laporkan
    Siapapun Wakilnya
    Presidennya Jokow
    Jokowi-Mahfud MD Or
    Jokowi- Abraham Samad
  • banghadi joyo-Rabu, 16 April 2014 Laporkan
    Semoga pak Jokowi sebagai capres mendapatkan wakil,yang bisa memimpin Indonesia,yang bisa saling melengkapi(seia-sekata) dalam membangun Indonesia,menuju kemakmuran,sejahtera dan damai.Insyaallah,jika pak Jokowi dan wakilnya menjadi pemimpin Indonesia,berarti keduanya sudah menjadi milik bangsa Indonesia.Untuk menuju,"INDONESIA HEBAT".....MERSDEKA....MERDEKA...
  • Bravo-Rabu, 16 April 2014 Laporkan
    Jokowi RI 1,Mahfud RI 2.
  • Pega Sus-Rabu, 16 April 2014 Laporkan
    Sebagai salah satu faktor kunci penentu nasib bangsa. Kenyataannya : Pileg - Jokowi YES (biarpun mungkin banyak yang pilih Jokowi tapi PDIP NO), Pilpres - Wapres. Jokowi YES, JK YES, (Yg lain NO!) Ini solusi yang netral dan bisa diterima mayoritas/semua pihak termasuk PDIP, Nasdem, Golkar, PKB, partai lain yang memihak rakyat, para pelaku ekonomi dan seluruh rakyat Indonesia tentunya.
    Saat ini Jokowi + JK = Dream Team! JK sudah terbukti, pasti bisa mengangkat semua partai yang mendukungnya, seperti dulu saat JK mengantar SBY ke masa keemasan Demokrat. Sebelum muncul Budiyono + partner salah pilih (PAN,dll) yg justru ikut andil menghancurkan nama Demokrat.
    JOKOWI - JUSUF KALLA merupakan jaminan Pilpres menang 1 putaran. Diterima mayoritas partai dan semua golongan. Kombinasi yang lengkap..1 mewakili Jawa, 1 mewakili luar jawa (mirip Soekarno-Hatta). Tua-Muda, sudah terbukti, pengalaman di pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sama-sama netral, disayang semua golongan (termasuk PDIP, Nasedm, Golkar, PKB, dll). Dua-duanya sama-sama mau kerja keras dan turun ke lapangan ketemu rakyat. Ini solusi terbaik bagi bangsa indonesia 5 tahun ke depan. Mohon kearifan pada pemimpin agar tidak menyia-nyiakan hal ini
  • BRAVO-Rabu, 16 April 2014 Laporkan
    CAPRES LAIN,SEDANG BERBOHIONG ,SEDANG BEERJANJI,SEDANG BERPUISI CUMAN KOAR-KOAR,UMBAR BACOOOT,MASIH DALAM WACANA,UMBAR MIMPI,DAN KOAR-KOAR ,JOKOWI SUDAH MELAKSANAKAN GAGASANYA :Jokowi ingin membangun atau mulai menggagas. Mungkin dia tak berpikir muluk-muluk, dia sedang berusaha membangun pemukiman yang kita sebut pemukiman NKRI. Semua makhluk hidup menyangkut didalamnya. Orang yang berbeda-beda suku agama itu tinggal disatu tempat, tuturnya.
    Pandangan lain disampaikan Pengamat Ekonomi, Hendri Saparini, dimana menurutnya normalisasi waduk Pluit merupakan upaya kebijakan ekonomi yang lebih membumi dan sesuai dengan konstitusi.
    Dari buku yang saya baca, ini ada satu upaya untuk mengimplementasikan banyak orang untuk melakukan perubahan political economy, ucapnya.
    Disini bukan untuk mall, tapi untuk perumahan itu ada peran negara. Memang dibutuhkan kepemimpinan yang visioner, ini akan mendobrak kebiasaan, tandasnya.
  • Wong Jo Wong Jowo-Selasa, 15 April 2014 Laporkan
    JK bagussss, Prof Mahfud juga bagus, kalaupun pilih Mahfud, maka JK diminta menjadi ketua Watimpres beserta para Ulama, disamping Bu Mega tentunya.
  • Zulmalik-Selasa, 15 April 2014 Laporkan
    Sebagai Calon Wakil Presiden yang akan disandingkan dengan Pak Joko Widodo Calon Presiden cocoknya adalah orang yang tidak sakit badan/ jasmani, istri hanya 1, pekerja keras, berdideolgi fundamnetal, paham dengan geopolitik, geodemokrasi, geoekonomi dan perdagangan, geoinformatika, belum pernah menjabat pada tingkat eksekutif pusat, tidak terlibat dalam pemerintahan orde baru, menguasai min. 3 bahasa internasional, pro-reformasi, anti upeti, anti gila-gila hormat dan usia tdk lebih dari 60 tahun. Indonesia pasti jauh lebih berwibawa dan maju.
  • BRAVO-Selasa, 15 April 2014 Laporkan
    PRESTASI JOKOWI TAK TERBANTAHKAN CAPTRES LAIN BARU WACANA,KOAR-KOAR,UMBAR BACOOT,BERBOHONG,MENIPU WARGA RAKYAT DAN GAK ADA PRESTASINYA SAMA SEKALI WAJARLAH PDIP MENANG TELAK/MUTLAK DAN JUARA 1DI DKI......RAKYAT PUAS TERLAYANI,DARI MULAI KJP,,MRT,KELURAHAN PSTD (PELAYANAN TERPADU),KS,KAMPUNG DERET,WADUK,SUNGAI,PEKERJAAN,RUSUN DLL SEMUANYA GRATIS DAN MASIH BANYAK LAGI......RAKYATLAH YG MEMUTUSKAN BUKAN SEEGELINTIR PROVOKATOR,MAFIA,CALO,ATAU GERMO,YG SUDAH BERCOKOL RATUSAN TAHUN DI JAKARTA..SEKARANG MULAI BINGUNG GAK BISA MENJEGAL JOKOWI-AHOK LAGI.
    PROGRAM KAMPUNG DERET PROGRAM YG BERMANFAAT BAGI JUTAAN WARGA YG SEBELUMNYA DITELANTARKAN SELAMA RATUSAN TAHUN,MEREKA BAHAGIA DAN SENANG ,JOKOWI PRESIDEN SEMUANYA AKAN LEBIH MUDAH TERLAKSANA SESUAI DENGAN JANJINYA UNTUK MENJADIKAN WARGA KAMPUNG DERET YG LAYAK HUNI,ASRI DAN MANUSIAWI DISELURUH INDONESIA ,FAKTA DAN KINERJA TAK TERBANTAHKAN
  • THARAHAP-Selasa, 15 April 2014 Laporkan
    kalau bisa jangan. mending jadi penasehat atau menlu aja
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas