Jokowi Sedih Kondisi Dunia Pendidikan Indonesia Masih Memprihatinkan

Masalah pertama, berkaitan dengan infrastruktur pendidikan. Menurutnya, banyak yang perlu dibenahi.

Jokowi Sedih Kondisi Dunia Pendidikan Indonesia Masih Memprihatinkan
Presidential Palace/Agus Suparto
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan di depan segenap civitas akademika pada Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia di Balairung Kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat, Jum'at (2/2/2018). (Presidential Palace/AGUS SUPARTO)

Laporan Reporter Kontan, Agus Triyono 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (6/2/2018) menghadiri Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018. Dalam rembuk tersebut, Jokowi menyatakan, masih banyak hal menyedihkan di dunia pendidikan.

Masalah pertama, berkaitan dengan infrastruktur pendidikan. Menurutnya, banyak yang perlu dibenahi.

Masalah kedua, berkaitan dengan akses pendidikan di daerah pedalaman yang masih buruk dan anak putus sekolah yang tinggi.

Masalah ketiga, bullying antar pelajar di beberapa daerah dan tawuran antar geng. "Yang lain, meninggalnya guru di Sampang, ini menjadi catatan besar kita, ada apa, kenapa ini terjadi," katanya.

Baca: Konsumen Akan Beli Mobil Listrik Asal Ada Fasilitas Isi Ulang di Apartemen, Harga Mahal Tak Masalah

Jokowi bilang, masalah tersebut harus menjadi perhatian dan perlu dibenahi supaya kualitas sumber daya manusia bisa dibenahi. Dari sisi pemerintah pusat Jokowi bilang pembenahan salah satunya akan dilakukan dalam bentuk dukungan anggaran.

"Dukungan anggaran dari pusat ke daerah akan terus ditingkatkan dan upaya meningkatkan kualitas guru serta infrastruktur pendidikan akan terus dijalankan," katanya.

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help