Merajut Masa Depan di Antara Tumpukan Barang Bekas

Jarum jam baru menunjukkan angka dua di siang hari, Sabtu (20/10/2018) tatkala sejumlah anak perempuan berjalan bersama sambil menggendong tas ransel,

TRIBUNNEWS.COM, BANTEN - Jarum jam baru menunjukkan angka dua di siang hari, Sabtu (20/10/2018) tatkala sejumlah anak perempuan berjalan bersama sambil menggendong tas ransel, tepatnya di depan Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten.

Mereka kemudian berkumpul di tengah bangunan-bangunan kayu yang disekat berukuran sekitar masing-masing empat kali empat meter sehingga menjadi beberapa kamar yang sering disebut perkampungan pemulung di kawasan tersebut.

Sebanyak tiga belas anak dari berbagai umur itu menghadap ke seorang pria berbaju merah dengan papan tulis di sampingnya.

Baca: Singa betina bunuh singa jantan bapak dari anak-anaknya

Rifqi Ching (25), pria berbaju merah yang menjadi pengajar itu menjelaskan bahwa dirinya berasal dari komunitas Sekolah Bersama Ciputat yang sudah menyelenggarakan sekolah informal di kawasan tersebut selama beberapa tahun terakhir.

Walaupun diberi nama sekolah, tetapi sistem belajar di tempat tersebut seperti layaknya les karena semua peserta didiknya juga mengenyam pendidikan formal di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Rifqi yang berprofesi karyawan swasta di bidang keuangan mengaku baru setahun menjalani rutinitas akhir pekan sebagai volunteer mengajar anak-anak tersebut.

Sekolah Belajar Ciputat ini memang hanya berlangsung seminggu yakni setiap hari Sabtu sore.

"Tidak terasa saya sudah mau jalan setahun di sini, iya tidak terasa, soalnya senang bertemu anak-anak, melihat semangat mereka belajar, kita belajarnya juga tidak kaku, kadang mereka ajak cerita, senang ketemu mereka yang menghilangkan penat saya dari rutinitas tiap pekan," cerita Rifqi.

Rifqi mengaku senang meluangkan waktunya setiap akhir pekan untuk mengajar di sekolah informal yang diadakan di tengah perkampungan pemulung di kawasan tersebut.

Baca: 37 Tahun Makan Pizza Tiap Malam, Pria di New Jersey Bagikan Kondisinya Kini

"Kami terpanggil karena melihat antusias belajar mereka yang luar biasa, seperti anda lihat tadi anak-anak antusias menunggu, walaupun hujan mereka tetap datang, bahkan beberapa dari mereka ada yang datang kemari menaiki angkot, meski pun memang sebagian besar merupakan anak-anak penduduk di kampung pemulung ini," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Samuel Febrianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved