Sistem Belajar Digital Sudah Menjadi Kebutuhan Siswa

Peralihan sistem belajar konvensional ke digital (digital learning) sudah menjadi kebutuhan para siswa di Indonesia

Sistem Belajar Digital Sudah Menjadi Kebutuhan Siswa
ist
Mempercepat penetrasi KIPIN Mobile, PT. Gratika bekerjasama dengan Telkomsel melakukan Join Promo Program untuk segmen youth dan komunitas pendidikan dengan layanan digital di Jakarta belum lama ini 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perkembangan dunia digital di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, tidak terkecuali didunia pendidikan.

Peralihan sistem belajar konvensional ke digital (digital learning) sudah menjadi kebutuhan  para siswa di Indonesia.

Keunggulan yang didapat dari digital learning adalah kemudahan mendapatkan informasi dengan biaya yang terjangkau, dan varian konten positif  yang menarik bagi anak sehingga digital learning sangat diminati saat ini.

Trend digital learning ini menginspirasi PT Gratika bersama Pendidikan.id untuk meluncurkan aplikasi Kios Pintar Mobile (KIPIN Mobile) yaitu aplikasi konten pendidikan yang membantu proses belajar mengajar siswa dan guru mulai dari tingkat SD, SMP, SMA /SMK.

Untuk mempercepat penetrasi KIPIN Mobile, PT. Gratika bekerjasama dengan Telkomsel melakukan Join Promo Program untuk segmen youth dan komunitas pendidikan dengan layanan digital .

Kerjasama ini akan disahkan ,melalui Penandatanganan Perjanjian Kerjasama pada hari Jumat tanggal 26 Oktober 2018 bertempat di Kantor Pusat PT. Gratika Jakarta.

Baca: Melalui Pendidikan Tinggi Dorong Wujudkan Sinergi Sektor Teknologi dan Bisnis

Direktur Utama PT. Graha Informatika Nusantara (PT. Gratika), Mulyanta mengatakan keunggulan Aplikasi KIPIN Mobile ini memiliki konten ribuan buku pelajaran sekolah sesuai Kurikulum Nasional.

"Aplikasi ini menjadikan siswa lebih mudah belajar tanpa harus membawa banyak buku," katanya, Sabtu (27/10/2018),

Dan melalui aplikasi ini mengajak anak Indonesia menggunakan gadget secara ‘cerdas’ dengan metode belajar komprehensif, yaitu tidak hanya membaca buku pelajaran, namun juga dikuatkan dengan video belajar mengajar dan disertai dengan latihan soal tryout untuk menstimulasi penyerapan materi secara maksimal.

Lebih lanjut Mulyanta mengatakan bahwa belajar jadi lebih mengasyikan serta minat dan semangat belajar bertambah dengan adanya komik literasi yang menghibur juga menambah wawasan namun tetap berbasis pendidikan moral dan budi pekerti.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved