100 Guru Dikirim untuk Ajar Anak TKI di Malaysia

Pengiriman guru ini dilakukan pada Kamis-Jumat, 1-2 November 2018. Sisanya akan diberangkatkan ke Kuching, Malaysia, setelah perizinannya rampung

100 Guru Dikirim untuk Ajar Anak TKI di Malaysia
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ilustrasi Guru dan Siswa - Siswa SMAN 9 Semarang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (9/4/2018). Tribun Jateng/Hermawan Handaka 

TRIBUNNEWS.COM, KINABALU - Untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak Indonesia mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu, Pemerintah mengirimkan sebanyak 100 guru ke Malaysia.

Berdasarkan keterangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pada tahap pertama 95 guru diberangkatkan dan ditempatkan di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang tersebar di wilayah Sabah dan Sarawak.

Baca: Perpindahan Status Perguruan Tinggi Daerah Membingungkan

Pengiriman guru ini dilakukan pada Kamis-Jumat, 1-2 November 2018. Sisanya akan diberangkatkan ke Kuching, Malaysia, setelah perizinannya rampung.

PKBM atau yang lebih dikenal dengan Community Learning Center (CLC) adalah lembaga pendidikan non formal yang diprakarsai dan dikelola oleh masyarakat sebagai upaya memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Hingga saat ini terdapat 294 PKBM di Malaysia dengan rincian 155 jenjang sekolah dasar (SD) dan 139 jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

Para guru itu akan melayani pendidikan anak-anak tenaga kerja Indonesia selama dua tahun. Hal ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam mencerdaskan anak bangsa di manapun mereka berada.

Mereka yang bertugas adalah guru profesional yang memiliki sertifikat pendidik yang sah dari pemerintah Indonesia dengan kompetensi meliputi pedagogi, kepribadian, sosial, dan profesinalisme.

Di Jakarta, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy berpesan, para guru harus proaktif mencari siswa bagi PKBM karena kondisi di sana jauh berbeda dengan kondisi sekolah di kota-kota besar di Indonesia yang sebagian besar jumlah pelamar atau calon siswa lebih banyak daripada yang diterima.

Para guru, lanjutnya, dituntut agar mampu menggali potensi anak-anak Indonesia di tempatnya bertugas sehingga lebih banyak siswa sukses nantinya.

“Ini tanggung jawab yang besar dalam membawa nama Indonesia sekaligus pengabdian. Anda (sebagai guru) adalah wajah dari negara Indonesia yang akan berada di Malaysia,” ujar Mendikbud Muhadjir beberapa waktu lalu.

Halaman
1234
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved