Indonesia Coaching Summit 2018 Kembali Digelar

Dalam menentukan arah dan tujuan seorang, kadang manusia itu sendiri tak mengetahui potensi yang ada dalam dirinya.

Indonesia Coaching Summit 2018 Kembali Digelar
HandOut/Istimewa
Acara Indonesia Coaching Summit 2018 di JS Luwansa Hotel, Jakarta pada 6-7 November 2018. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - International Coach Federation Jakarta Charter Chapter kembali menggelar Indonesia Coaching Summit 2018.

Agenda yang telah digelar selama 7 kali itu dilaksanakan dua hari pada 6-7 November di JS Luwansa Hotel, Jakarta.

Mengusung tema 'Applied Coaching Principles “From Knowledge to Practical Apllications”' acara ini diikuti  ratusan peserta yang tak hanya datang dari kota-kota besar di Indonesia, tetapi juga dari Malaysia, Singapura serta Australia yang ingin mengembangkan kemampuan serta sumber daya dalam dirinya.

‘’Dengan tema tersebut selama 2 hari ini para peserta mendapatkan pengetahuan serta praktik praktis yang dapat diterapkan dalam kegiatan coaching, ucap Dessy Arnas sebagai Presiden ICF Jakarta Charter Chapter 2018.

Sebagai pengembangan dari agenda tahunan, ICF berencana menggelar Internasional Coaching Summit di Bali pada tahun depan.

Dengan acara tersebut, ICF berharap dapat membantu kekeliruan mayarakat tentang pemahaman antara coaching dan training.

‘’Tahun depan kami berencana menyelenggarakan International Coaching Summit di Bali. Yang menjadi dasar acara ini adalah waktunya sharing knowledge tentang apa itu coaching, karena di Indonesia banyak pemahaman tentang coaching yang berbeda-beda dan tidak bisa membedakan apa itu coaching, apa itu training”, ucap Charunissa, selaku Presiden Elect ICF Jakarta Charter Chapter 2018.

Dalam acara itu hadir sebagai key note speaker seperti CEO/Eksekutif Director ICF Global, Magda Mook dan Startegic Director ICF Asia Pacific, Fiona Toy.

Tak hanya itu ICF Jakarta juga mendatangkan 2 pembicara dari Malaysia dan Australia, Peter Barr dan Samuel Kurian.

Dalam menghadapi tantangan global, perlu adanya sumber daya alam (SDM) yang berkualitas.

Dalam menentukan arah dan tujuan seorang, kadang manusia itu sendiri tak mengetahui potensi yang ada dalam dirinya.

Maka dari itu coaching sangat diperlukan agar seseorang dapat menemukan potensi dalam dirinya.

”Jadi memang kami berusaha untuk membangun coaching awareness di mana mengedukasi masyarakat dan selalu memberikan coaching experience. Jadi mereka merasakan sesi coaching itu seperti apa, dan dari hal itu mereka akan terprovokasi ide2 dan kreatifitasnya sehingga potensi diri dan tujuan yg akan dicapai dapat direalisasikan," kata Dessy.

Tak hanya memberikan pengarahan kepada seseorang yang membutuhan jasa coaching,  ICF Jakarta Charter Chapter merasa hal ini sangat berguna bagi dunia pendidikan jika dapat masuk dalam kurikulum sekolah.

”Dan satu lagi kami merasakan bahwa coaching ini sangat berguna dalam dunia pendidikan, dan kami ingin agar salah satu coching kompetensi ini masuk dalam kurikulum pendidikan kita. Karena satu kompetensi coaching ini kemampuan bertanya dan mendengar menjadi satu hal bagi penting bangsa kita”, kata  Chairunissa.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved