PKP Berdikari : Kebudayaan adalah Kebahagiaan

Dalam keterangan pers yang diterima, rencananya kongres tersebut bakal digelar selama lima hari, sejak tanggal 5 sampai 9 Desember 2018

PKP Berdikari : Kebudayaan adalah Kebahagiaan
Istimewa
Direktur PKP Berdikari, Arimbi Heroepoetri 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur PKP Berdikari, Arimbi Heroepoetri terpilih menjadi salah satu Tim Pengurus Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) Tahun 2018 yang diprakarsai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam keterangan pers yang diterima, rencananya kongres tersebut bakal digelar selama lima hari, sejak tanggal 5 sampai 9 Desember 2018.

Arimbi mengungkapkan. salah satu tugas Tim Perumus adalah untuk menyusun visi pemajuan kebudayaan untuk 20 tahun ke depan, seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2007 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Tim Perumus pada akhirnya menghasilkan tujuh Isu pokok Pemajuan Kebudayaan, tujuh Agenda Strategis Pemajuan Budaya dan tujuh butir Resolusi KKI yang hasilnya dibacakan dan mendapat persetujuan di depan peserta kongres yang dihadiri lebih dari 3.000 peserta.

Rumusan ini merupakan sari pati yang diterjemahkan oleh tim perumus dalam bahasa strategis dari hasil 3.00 PPKD (Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan Daerah) d tingkat kota/kabupaten dan 30 propinsi.

Ditambah masukan dari berbagai macam forum kebudayaan pra kongres para pelaku budaya lainnya.

Rumusan di atas kemudian langsung diserahkan kepada Presiden Joko Widodo yang hadir dalam upacara penutupan Kongres. Dalam pidatonya Presiden menyatakan bahwa “Kebudayaan pada intinya adalah kebahagiaan”.

Arimbi menilai apa yang diucapkan presiden Joko Widodo atau Jokowi sangat tepat, bahkan merujuk kepada stanza ke-2 –dari tiga stanza-- lagu kebangsaan Indonesia Raya: “Marilah kita mendo’a Indonesia bahagia” di mana sejak Orde Baru lagu Indonesia raya tiga stanza tidak pernah lagi dikumandangkan secara utuh, tetapi hanya satu stanza saja.

Seharusnya, kata Arimbi, ke depan lagu Indonesia raya dengan tiga stanza diperkenalkan kembali ke publik, sehingga penghayatan secara utuh akan persatuan, bahagia, Indonesia abadi, kebhinekaan dan bakti kepada tanah air akan tertanam.

"Pak Jokowi nampaknya memahami itu," tutup Arimbi.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved