Komunitas Jendela Dunia Jakarta Resmikan Kelas Belajar Bersama di Jakarta Selatan

Sebelumnya kegiatan belajar mengajar dilakukan di lapangan terbuka sehingga saat panas kepanasan dan saat hujan kehujanan

Komunitas Jendela Dunia Jakarta Resmikan Kelas Belajar Bersama di Jakarta Selatan
Istimewa
Komunitas nirlaba yang memfokuskan diri terhadap isu pendidikan anak jalanan dan anak kurang mampu, Jendela Dunia Jakarta Sabtu 5 Desember 2018 resmikan ruang kelas belajar bersama yang berlokasi di kawasan Cipete Utara Jakarta Selatan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdiri sejak tahun 2014 lalu, komunitas nirlaba yang memfokuskan diri terhadap isu pendidikan anak jalanan dan anak kurang mampu, Jendela Dunia Jakarta resmikan ruang kelas belajar bersama yang berlokasi di kawasan Cipete Utara Jakarta Selatan.

"Jadi hari ini selain kegiatan rutin mengajar anak-anak jalanan dan kurang mampu kami juga meresmikan ruang kelas belajar bersama Jendela Dunia," sebut Desty Aprilla selaku pembina Jendela Dunia Jakarta, Sabtu (5/1/2019).

Wanita yang akrab disapa Lia ini menjelaskan, sebelumnya kegiatan belajar mengajar dilakukan di lapangan terbuka sehingga saat panas  kepanasan dan saat hujan kehujanan.

"Dengan diresmikannya ruang kelas belajar bersama ini diharapkan kegiatan belajar mengajar anak-anak jalanan ini akan lebih nyaman tentunya dan lebih kondusif," kata Lia.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 120 anak-anak jalanan dan kurang mampu tergabung sebagai peserta didik Jendela Dunia Jakarta yang mana 40 diantaranya sudah mendapatkan pendidikan formal lewat seleksi beasiswa Jendela Dunia.

Sementara untuk tenaga pengajar, komunitas Jendela Dunia saat ini memiliki sebanyak 30 orang volunteer.

"Ada 30 orang volunteer, dan kami juga masih terus mengajak siapapun yang ingin bergabung menjadi tenaga pengajar di Jendela Dunia," lanjut Lia

Ketua Jendela Dunia Jakarta, Szheerose turut menambahkan, Jendela Dunia ini sendiri terbentuk pada 30 November 2014 lalu, dimana gagasannya muncul karena kami bersama teman-teman Di Jendela Dunia tergerak melihat minimnya pendidikan anak, khususnya anak-anak jalanan ini.

" Untuk rencana 2019, kami juga telah menyusul sejumlah program, diantaranya program beasiswa pendidikan formal, pendampingan menghadapi Ujian Nasional, penyuluhan kesehatan hingga pendidikan musik," kata Szheerose.

Penulis: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved