Perlu Evaluasi Sistem Pendidikan Tinggi Agar Mencerminkan Kurikulum Revolusi Industri 4.0.

Dunia kerja membutuhkan kombinasi keterampilan yang disediakan oleh perguruan tinggi saat ini

Perlu Evaluasi Sistem Pendidikan Tinggi Agar Mencerminkan Kurikulum Revolusi Industri 4.0.
ist/UNJ
Plt. Rektor UNJ, Prof. Intan Ahmad, Ph.D 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaksana Tugas Rektor UNJ, Prof Intan Ahmad Ph D mengatakan, menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, perguruan tinggi harus mempersiapkan mahasiswa untuk pekerjaan  yang saat ini belum ada tapi akan muncul di masa mendatang.

"Perguruan tinggi adalah sebuah organisasi yang tidak mudah berubah tapi kita harus mempersiapkan mahasiswa kita untuk menghadapi revolusi industri 4.0,” kata Intan Ahmad saat mejadi pembicaraan  17th World Conference On Applied Science Engineering And Technology (17-WCASET) di Jakarta, Jumat lalu.

Intan Ahmad menjelaskan bagaimana supaya kita bisa bertahan di era Revolusi Industri 4.0.?

Intan Ahmad mengutip Charles Darwin, bahwa bukan yang terkuat atau yang terpintar yang akan bertahan, namun yang paling dapat beradaptasi terhadap perubahan.

"Dunia kerja membutuhkan kombinasi keterampilan yang disediakan oleh perguruan tinggi saat ini," katanya.

Baca: Menperin: Bonus Demografi Membuat Indonesia Siap Era Industri 4.0

Menurt dia sistem pendidikan di perguruan tinggi harus dievaluasi dan harus mencerminkan kurikulum revolusi industri 4.0.

Di UNJ sendiri misalnya, pada semester lalu kita sudah memasukan mata kuliah koding sebagai mata kuliah pilihan ke kurikulum.

Intan Ahmad menambahkan, Kementrian Ristekdikti telah memperkenalkan beberapa Literasi Baru dalam menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, yaitu Literasi Data, Literasi Teknologi dan Literasi Manusia.

 Dalam konferensi WCASET 2019 ini, turut hadir juga Mr. Siddith Kumar (Director of Technoarete), Mr. George Barber (Country Manager Terra energy and Resource Technologies Indonesia), Dr. Hira Meidia (Wakil Rektor Universitas Multimedia Nusantara).

Kemudian Dr. Erry Yulian T. Adesta (Conference Chair) serta Dr. Bambang Sugiono (Conference Co-Chair). IFERP dan UNJ berkomitmen Bersama-sama menyelenggarakan konferensi ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengembangkan sivitas akademika dan masyarakat Indonesia.

Institute For Engineering Research and Publications (IFERP) bekerjasama dengan Universitas IFERP sendiri merupakan asosiasi Research & Development (R&D) non profit terbesar dunia yang mengembangkan dan mempromosikan riset dibidang teknik dan teknologi.

Sebanyak 129 paper yang diterima oleh panitia, namun hanya 70 paper yang akan dipresentasikan dalam konferensi kali ini.

Dalam perhelatan yang menginjak tahun ke-17 ini, peserta yang hadir berasal dari berbagai negara di dunia, mulai dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Kazakhstan, Afrika Selatan, Rusia, Yordania, dan Vietnam. UNJ sendiri mengirimkan beberapa orang dosen dan mahasiswa pascasarjana yang akan mempresentasikan papernya pada konferensi ini.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved