Curhatan Siswa SMK di Hari Pertama UNBK: Banyak Jebakan di Materi Ujian Bahasa Indonesia

“Lancar sih, internetnya bisa kok. Cuma tadi emang ada siswa yang internetnya sempat putus gitu, tapi sebentar doang, langsung bisa lagi,” ujar Sinta

Curhatan Siswa SMK di Hari Pertama UNBK: Banyak Jebakan di Materi Ujian Bahasa Indonesia
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Siswa-siswi SMKN 12 Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, bersantai sejenak usai mengikuti UNBK hari pertama, Senin (24/3/2019). 

Laporan Reporter Warta Kota, Junianto Hamonangan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), digelar serentak mulai Senin (25/3/2019) hari ini. Mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama UNBK SMK adalah Bahasa Indonesia.

Sinta Ariani (17), salah satu siswi mengatakan, hari pertama UNBK SMK berjalan lancar. Namun, soal ujian Bahasa Indonesia dirasakan banyak yang menjebak, jika tidak jeli membaca pertanyaan.

“Hari pertama Bahasa Indonesia, lancar enggak ada masalah. Tapi memang soalnya banyak jebakan. Kalau enggak teliti bisa salah jawabnya,” katanya.

Siswa SMK 12 Jakarta Utara itu menambahkan, selama UNBK berlangsung, tidak ada kendala yang dihadapi. Koneksi internet berjalan lancar meski ada seorang siswa yang sempat bermasalah dengan komputernya.

“Lancar sih, internetnya bisa kok. Cuma tadi emang ada siswa yang internetnya sempat putus gitu, tapi sebentar doang, langsung bisa lagi,” paparnya.

Siswi lainnya, Noviana (18) menambahkan, mereka akan mengikuti UNBK SMK selama empat hari ke depan, dengan mata pelajaran yang diujikan berturut-turut Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan.

“Kita sih udah lima kali (ujian) sama tryout, jadi enggak ada masalah sih ujian pakai komputer. Lagipula lebih praktis kayak begini,” tuturnya.

Baca: Sentil Nama Nyonya Meneer, Andi Arief Sindir Pidato Jokowi di Jogja

Menurut siswa jurusan Administrasi Perkantoran itu, mata pelajaran yang diujikan dan menjadi momok adalah Matematika.

Sebab, dibutuhkan waktu yang lebih untuk menjawab seluruh pertanyaan. “Tapi yang deg-degan Matematika, susah. Waktunya kurang, kan musti ngitung dulu. Udah gitu kan ada esainya juga,” ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved