Pilpres 2019

Pembelaan Farhat Abas soal Tudingan Mainkan Isu SARA

Farhat menilai, Andre salah menafsirkan atau mengartikan secara salah pernyataannya di media sosial

Pembelaan Farhat Abas soal Tudingan Mainkan Isu SARA
TRIBUNNEWS.COM/EDWIN FIRDAUS
Pengacara Farhat Abas

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah satu Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Farhat Abbas, angkat bicara soal tudingan yang menyebutnya bermain isu SARA.

Farhat menilai, Andre salah menafsirkan atau mengartikan secara salah pernyataannya di media sosial.

Baca: Farhat Abbas Ditegur Karena Tulis Soal Jokowi, Ini 5 Fakta Kasusnya: Akhirnya Bikin Klarifikasi

"Itu kan hanya pantun berbalas pantun. Harusnya kan itu kan bukan mengatakan yang nggak milih Jokowi masuk neraka, tapi saya mengatakan dengan bahasa kiasan indah Jokowi Surgawi, mereka neraka," ujar Farhat ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (12/9/2018).

Diketahui, anggota Badan Komunikasi Gerindra Andre Rosiade menuding Farhat bermain isu SARA terkait pernyataannya soal 'pilih Jokowi masuk surga, pilih mereka masuk neraka' di media sosial.

 "Mereka saja yang mengartikan, menafsirkan yang aneh-aneh," imbuhnya.

Ia kemudian menuding ada yang lebih parah dalam membawa isu SARA dalam kontestasi politik, yakni Amien Rais.

Selain itu, Farhat menegaskan dirinya terpaksa membawa masalah 'surga dan neraka' karena yang dihadapinya adalah Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Keduanya disebut Farhat sebagai pejabat yang tidak menganggap konstitusi dengan Undang-Undang sebagai hukum yang berlaku.

Baca: Akademisi: Dukungan Para Kepala Daerah Kepada Jokowi Tak Langgar Aturan

"Nah Amien Rais bilang partai setan dulu itu partai kafir dukung kafir, mereka lebih parah lagi kok," kata dia.

"Mereka asyik memfitnah, menghina, mengejek gitu. Ketika saya melihat disana ada ulama, membawa ulama islam dan sebagainya, saya terpaksa berbicara surga dan neraka," tukas Farhat.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help