Pilpres 2019

SBY Jadi Juru Kampanye Prabowo-Sandiaga, Pengamat: Bukti Demokrat Tidak Bermain Dua Kaki

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai ada langkah bagus yang dilakukan oleh Partai Demokrat.

SBY Jadi Juru Kampanye Prabowo-Sandiaga, Pengamat: Bukti Demokrat Tidak Bermain Dua Kaki
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Alzufri dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman saat memberikan keterangan pers terkait hasil pertemuan mereka di Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). Agenda pertemuan keduanya, dalam rangka menjajaki koalisi di pemilihan presiden 2019. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai ada langkah bagus yang dilakukan oleh Partai Demokrat.

Yakni Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi juru kampanye bagi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ia menilai hal ini sebagai langkah bagus yang membuktikan Demokrat all out bagi pasangan ini di Pilpres 2019 mendatang.

Selain itu, tuduhan partai berlambang Mercy tersebut bermain dua kaki pun akan sirna.

"Ini sebetulnya langkah bagus, sehingga membuktikan memang Demokrat tidak bermain dua kaki dan all out untuk Prabowo-Sandi," ujar Hendri, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (12/9/2018).

Baca: Demokrat Sebut Laporan Asia Sentinel soal SBY Hanya Fitnah dan Omong Kosong

Menurutnya, keberadaan SBY sebagai juru kampanye akan menjadi amunisi luar biasa.

Tak pelak, ini pun seharusnya menjadi peringatan tersendiri bagi kubu petahana, setidaknya begitu menurut founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu.

Hendri melihat SBY mampu menjadi ancaman, lantaran memiliki massa real di lapangan yang masih akan mengikuti langkahnya.

"Ini akan menjadi amunisi yang luar biasa buat Prabowo-Sandi. Karena apapun itu SBY masih memiliki massa real di lapangan dan lagi-lagi buat petahana, ini harus menjadi warning gitu," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso menyebut Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), akan menjadi juru kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Djoko mengatakan bahwa SBY ingin turun langsung membantu memenangkan Prabowo.

"Beliau minta jadi juru kampanye," ujar Djoko Santoso di Jalan Kertanegara no 4, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2018).

Djoko mengatakan, SBY tidak menjadi dewan penasihat.

Alasannya, lanjut dia, SBY ingin terjun langsung ke lapangan membantu menangkan Prabowo-Sandi di Jawa Timur.

"Ya dia ingin di lapangan, mau ini lah. Ya penasihat sambil jalan kan bisa. Beliau mau berbuat benar di Jawa Timur," katanya.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help