Pilpres 2019

Sindir Sandiaga, Kubu Jokowi: Kok Lebih Cocok Jadi Appraisal Daripada Sebagai Calon Pemimpin

"Tapi kok rasanya kok bangga banget melihat sepiring chicken rice di Singapura itu lebih murah itu kok lebih murah."

Sindir Sandiaga, Kubu Jokowi: Kok Lebih Cocok Jadi Appraisal Daripada Sebagai Calon Pemimpin
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Sekertaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Hasto Kristiyanto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekertaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengkritik pernyataan Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno soal harga Chicken Rice atau nasi ayam di Singapura lebih murah dibandingkan di Indonesia.

Menurut Sekjen PDI Perjuangan itu, peryataan Sandiaga tak lebih dari sebuah peryataan seorang penafsir harga daripada sosok seorang pemimpin.

Baca: Amien Rais Batal Datang ke KPK, Massa PA 212 Membubarkan Diri

"Ya mungkin beliau punya banyak pengalaman sebagai appraisal ya, daripada di jabatan publik. Sehingga ini pesan dari masyarakat loh yang mengkritisi ini, kok lebih cocok jadi appraisal daripada sebagai calon pemimpin," kata Hasto Kristiyanto di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/10/2018).

Hasto mengatakan, kritikan Sandiaga soal harga nasi ayam tidak dipermasalahkan.

Ia menyebut hal itu sebagai sebuah kritikan yang wajar.

Baca: Warga Petobo dan Balaroa Akan Direlokasi

Sambil tersenyum, Hasto menyinggung peryataan Sandiaga yang dinilai justru membanggakan harga nasi ayam di Singapura.

Seharusnya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, lanjut Hasto bisa membanggakan para atlet yang berlaga di Asian Para Games.

Baca: Pengamat Sebut Ada Kepentingan di Balik Sikap Amien Rais

"Tapi kok rasanya kok bangga banget melihat sepiring chicken rice di Singapura itu lebih murah itu kok lebih murah. Kok bangga banget, kami heran," terang Hasto.

"Jadi bangga itu bangga dengan prestasi tadi dengan atlet kita di mana dalam keterbatasannya mereka menunjukkan abilitynya, itu kan yang harus jadi apresiasi," sambung Hasto.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help