Pilpres 2019

Ketika Deddy Mizwar Bacakan Puisi Sutan Takdir Alisjahbana 'Selalu Hidup'

"Saya akan membacakan puisi tahun 1937. Saya kira belum ada yang lahir kita disini," kata Deddy Mizwar.

Ketika Deddy Mizwar Bacakan Puisi Sutan Takdir Alisjahbana 'Selalu Hidup'
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Deddy Mizwar saat membacakan puisi karya Sutan Takdir Alisjahbana di auditorium Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suara Deddy Mizwar terdengar lantang saat dirinya mulai membacakan puisi karya Sutan Takdir Alisjahbana di auditorium Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018) malam.

Deddy yang tampak mengenakan kemeja putih lengkap dengan setelah jas hitam berdiri di atas panggung auditorium Pusat Perfilman H Usmar Ismail.

Tangan kirinya terlihat menggenggam selembar kertas putih.

Baca: KPK Sebut Suap Meikarta Terkait Pengurusan IMB

Tangan lainnya merapihkan posisi microphone.

Tanpa terlihat tegang, ia mengucapkan pengantar sebelum membacakan puisi milik Sutan Takdir Alisjahbana yang dibuat tahun 1937.

"Saya akan membacakan puisi tahun 1937. Saya kira belum ada yang lahir kita disini," kata Deddy Mizwar.

Ia lalu menyebut, meski pencipta puisi ini sudah meninggal pada tahun 1994, tapi karyanya selalu menumbuhkan semangat.

Baca: Bastian Steel Kerja Sama dengan Produsernya Wiz Khalifa

"Dia sudah meninggal, tapi karyanya ini diberi judul selalu hidup. Kita butuh energi untuk bangkit. Sultan Thakdir Alisabana 'Selalu Hidup'," katanya.

Deddy kemudian membacakan puisi Sultan Thakdir Alisabana berjudul 'Selalu Hidup' dengan penuh semangat.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved