Pilpres 2019
Respons Kubu Jokowi Sikapi Janji Prabowo Stop Impor
Bahlil Lahadalia mengatakan, janji Prabowo sulit terwujud, karena semua negara di dunia pasti memberlakukan impor.
Penulis:
Dennis Destryawan
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berjanji tidak akan melakukan impor apabila terpilih menjadi presiden pada 2019 nanti.
Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional Jokowi-Mar'uf, Bahlil Lahadalia mengatakan, janji Prabowo sulit terwujud, karena semua negara di dunia pasti memberlakukan impor.
Menurut Bahlil yang merupakan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ini, janji menghentikan impor menunjukan Prabowo tidak menguasai persoalan Indonesia.
Baca: Relawan Pendukung Jokowi di Solo Kritisi Pidato Tampang Boyolali Prabowo
"Kalau mengurangi impor setuju, tapi kalau menghentikan impor, itu sama dengan cerminan seseorang yang tidak memahami persoalan bangsa," ujar Bahlil saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (6/11/2018).
Bahlil mengingatkan Prabowo agar tidak membohongi masyarakat.
Sebab, antar negara terikat hubungan bilateral.
Di Asia misalnya, Indonesia terikat kerja sama ekonomi Asia.
Baca: Seribu Orang Akan Bersihkan Pasar Legi Solo, Minggu Pagi 11 September 2018
Bahlil menyontohkan Indonesia masih impor bawang putih, lantaran hanya bisa diproduksi di dataran tinggi. Bahlil juga menyinggung kuda-kuda yang menjadi peliharaan Prabowo.
"Kuda-kuda dia juga impor. Kalau itu saya menyarankan jangan impor kuda," kata Bahlil.
Bahlil mengatakan, jika Prabowo ingin menghentikan impor, maka tidak sejalan dengan anjuran Rasulullah makan kurma saat berbuka puasa menjalankan ibadah puasa.
"Pak Prabowo ini kalau dia melarang impor. Dia berarti tidak sayang sama umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Sementara sunah Rasulullah itu setiap buka puasa makan kurma. Kurma di Indonesia tidak ada, hanya impor," kata Bahlil.
Baca: Kans Persib Bandung Menuju Puncak: Selain Harus Menang, Butuh Bantuan Persebaya Surabaya
Data Badan Pusat Statistik nilai impor kurma pada Januari-Maret 2018 mencapai US$ 33,3 juta, naik 92% dari US$ 17,3 juta di periode yang sama 2017.
"Yang kedua, kalau dia bilang tidak boleh impor air-air, kalau orang butuh air zam-zam gimana? Air zam-zam itu kan untuk obat dalam perspektif Islam," sambungnya.
Baca: Berdebat Soal Utang dengan Wendy Cagur, Ayu Ting Ting Terima Perlakuan Ini di Malaysia
Sebelumnya, pada acara Tabligh Akbar dan Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi di Gelanggang Olahraga Gor Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta, Minggu (4/11/2018), Prabowo Subianto mengatakan, tidak akan memberlakukan impor bila terpilih menjadi Presiden.
“Saya bersaksi kalau saya menerima amanat bangsa Indonesia, saya akan membuat Indonesia berdiri di kaki sendiri. Kita tak perlu impor saudara-saudara, kita harus mampu swasembada pangan. Tidak perlu kirim Rp 3 miliar lebih untuk bayar bahan bakar,” kata Prabowo.