Pilpres 2019
PDI-P Copot Poster 'Jokowi Raja' di Solo Raya karena Dianggap Pelecehan dan Menjurus Kampanye Hitam
Poster yang menggambarkan Presiden Joko Widodo sebagai raja atau 'Raja Jokowi' tersebut dicopot lantaran dianggap melecehkan.
Editor:
Hanang Yuwono

(TribunSolo.com/Garudea Prabawati)
TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Ratusan Poster bergambar Presiden Republik Indonesia (RI) di Kota Solo dicopot oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI Perjuangan Surakarta.
Poster yang menggambarkan Presiden Joko Widodo sebagai raja atau 'Raja Jokowi' tersebut dicopot lantaran dianggap melecehkan calon presiden (capres) nomor urut 01.
"Dan saya meragukan poster bergambar 'Raja Jokowi' itu dipasang orang PDI-P," ujar Sekretaris DPC PDI-P Solo, Teguh Prakosa, kepada awak media, Selasa (13/11/2018).
Bahkan berdasarkan informasi yang diterima, tindakan serupa juga dilakukan pengurus PDI-P di tiga kabupaten lain di Solo Raya, yakni Boyolali, Sukoharjo dan Wonogiri.
Untuk di wilayah Kota Solo penyisiran poster tersebut dilakukan di 51 kelurahan.
Namun jelasnya, alasan pencopotan poster tersebut yang paling utama adalah bukan dipasang oleh DPC baik Solo maupun kabupaten lainnya di Solo Raya, kendati di poster tersebut tercantum logo PDI-P.
"Sehingga diyakini ada maksud tidak baik dari si pemasang, black campaign," imbuhnya.
Pihaknya menambahkan, poster bertuliskan slogan "Ayo Kita Bekerja Untuk Rakyat" lengkap dengan logo PDI-P serta nomor urut 3 dipasang di daerah Kelurahan Kadipiro dan Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari.
Sedangkan untuk di Kabupaten Sukoharjo, Teguh mengatakan mendapat laporan juga dipasang di wilayah Kecamatan Baki, Kecamatan Gatak, dan Kecamatan Kartasura.