Pilpres 2019

Sandiaga Akan Mulai Bermarkas di Jateng pada Januari 2019

“Ini sedang dipersiapkan dan kira-kira Januari saya akan mulai bertugas di sana,” ujar Sandiaga Uno ditemui di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Sandiaga Akan Mulai Bermarkas di Jateng pada Januari 2019
Tribunnews.com/Deni Saputra
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno menilai pernyataan politikus PDIP Ahmad Basarah yang menyebut Soeharto sebagai Guru Korupsi, tidaklah baik. TRIBUNNEWS.COM/DENI SAPUTRA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mengatakan pihaknya akan mulai memindahkan markas utama Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga dari Jakarta ke Jawa Tengah pada Januari 2019 mendatang.

Pihak BPN menyatakan pemindahan markas itu untuk merebut kemenangan di Jateng karena pada Pemilu 2014 lalu Prabowo mengalami kekalahan telak di provinsi yang beribukota di Semarang tersebut.

“Ini sedang dipersiapkan dan kira-kira Januari saya akan mulai bertugas di sana,” ujar Sandiaga Uno ditemui di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Mantan wakil gubernur Jakarta mengatakan pihaknya berencana menjadi enam kabupaten atau kota di Jawa Tengah menjadi basis perjuangan merebut suara.

Baca: Timses Jokowi-Maruf Akui Senang Markas Prabowo-Sandi Pindah ke Jateng, Ferdinand Hutahaean Tertawa

Namun Sandiaga belum mau menyebutkan di kota atau kabupaten mana yang akan dijadikan basis markas-markasnya.

Ia juga mengatakan masing-masing basis markas akan bergerak di wilayah-wilayah yang akan ditentukan secara bergantian dengan meniru strategi perang Jenderal Sudirman di kala Agresi Militer Belanda hingga Belanda dan sekutu meninggalkan Indonesia.

“Semua kabupaten/kota, ada 35 yang menawarkan, kalau masing-masing ada lebih bagus tapi maksimal akan ada enam yang difungsikan kemudian bergerak seperti konsep gerilya Jenderal Sudirman,” tegas Sandiaga.

Pihak BPN mengatakan berdasarkan hasil Pilkada Serentak 2018 pasangan cagub yang diusung Gerindra yakni Sudirman Said dan Ida Fauziah memperoleh suara sekitar 41,23 persen meskipun kalah dari pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin.

Jumlah itu dianggap sebagai modal penting menghadapi Pilpres 2019

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved