Pilpres 2019

Dorong Libatkan Akademisi dalam Politik, Ini Usulan Dahnil Anzar Simanjuntak

Ia menilai ada sejumlah cara untuk mendorong hal tersebut, salah satunya adalah kampus dilibatkan dalam debat Pilpres.

Dorong Libatkan Akademisi dalam Politik, Ini Usulan Dahnil Anzar Simanjuntak
Vincentius Jyestha
Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mendorong agar akademisi dilibatkan dalam politik.

Ia menilai ada sejumlah cara untuk mendorong hal tersebut, salah satunya adalah kampus dilibatkan dalam debat Pilpres.

"Kami sempat mengusulkan debat kandidat di kampus saja. Tapi dibilang nggak boleh di kampus," ujar Dahnil, ketika diskusi 'Kampus dan Politik', di The Atjeh Connection, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).

Menurutnya, perhelatan debat Pilpres itu tidak harus berada dalam kampus. Bisa saja, kata dia, dilakukan di luar kampus.

Namun, tujuan dan maksud yang terpenting adalah untuk melibatkan akademisi dan kampus dalam perpolitikan.

Baca: Pesan Jokowi untuk Ojol: Hati-hati Jika Menyetir Sambil Terima Orderan

"Kampus yang saya maksud bukan fisik, kalau nggak di kampus, kan bisa di luar kampus," jelasnya.

Selain itu, ia menyebut adanya usulan dari cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno untuk tidak melibatkan pendukung masing-masing dalam debat.

Sandiaga, disebut Dahnil meminta debat agar hanya diisi kalangan akademisi dan para pemilih yang belum menentukan sikap, seperti swing voter.

"Bahkan Pak Sandi bilang, kalau bisa debat nggak perlu dihadiri pendukung. Kalau perlu swing voter, akademisi," tukas Dahnil.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved