Pilpres 2019

Respons Kubu Jokowi Sikapi Didukungari Sejumlah Alumni Perguruan Tinggi

Abdul Kadir Karding menyebut dukungan alumni sejumlah perguruan tinggi memberi energi positif bagi Jokowi memenangkan Pilpres.

Respons Kubu Jokowi Sikapi Didukungari Sejumlah Alumni Perguruan Tinggi
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Politikus PKB Abdul Kadir Karding di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (12/1/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menyebut dukungan alumni sejumlah perguruan tinggi seperti UI, Universitas Airlangga, ITS, Universitas Jember, UGM, dan lainnya memberi energi positif bagi Jokowi, Maruf Amin, dan TKN guna memenangkan Pilpres 2019.

Dukungan para alumni perguruan tinggi menjadi bukti apresiasi kalangan pendidik sekaligus terdidik atas capaian kinerja Jokowi.

Jokowi, kata Karding, dalam menjalankan pemerintahannya tidak cuma kerja, tapi juga berpikir.

Baca: Sejumlah Artis Pantura Akan Ngamen untuk Memenangkan Jokowi-Maruf dalam Pilpres 2019

Beliau mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Dukungan ini menjadi penegas bahwa hoax atau fitnah yang dialamatkan kepada Pak Jokowi tidak punya pengaruh signifikan terhadap kelompok masyarakat terdidik. Kinerja Pak Jokowi tetap mendapat tempat di hati masyarakat yang menjunjung tinggi akal sehat dan rasionalita," kata Karding, Minggu (13/1/2019).

Baca: Seorang Pria di Palembang Tertipu Akun Layanan Kencan di Media Sosial

Politikus PKB tersebut menyebut, dukungan para alumni perguruan tinggi diharapkan menjadi energi baru dalam pembentukan simpul-simpul kantong pemenangan Jokowi-Maruf.

"Mereka bisa memainkan peran meredam hoaks dan fitnah yang dialamatkan kepada Pak Jokowi. Caranya dengan menjelaskan kepada masyarakat fakta-fakta kinerja yang telah dilakukan Pak Jokowi," kata Karding.

Baca: Berita Terbaru Persib: Daftar Nama 3 Pemain Baru yang Direkrut dan Dilepas Persib Bandung

Untuk itu, Karding menilai, sudah saatnya kontestasi dalam demokrasi dilakukan dengan cara-cara bermartabat dan berakal sehat.

"Sikap fitnah dan menjelek-jelekan hanya akan membuat bangsa ini kehilangan keakraban dan berpotensi terjebak dalam perpecahan," jelas Karding.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved