Pilpres 2019

Prabowo Pidato, TKN: Jangan Bangun Ketakutan Masyarakat

Karding meminta Prabowo tak membangun narasi-narasi pesimisme dalam pidato kebangsaannya.

Prabowo Pidato, TKN: Jangan Bangun Ketakutan Masyarakat
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Politikus PKB Abdul Kadir Karding di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (12/1/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta calon presiden 02 Prabowo Subianto tak menyampaikan narasi pesimisme saat berpidato kebangsaan bertajuk "Indonesia Menang" pada hari ini, Senin (14/1/2019).

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menengarai pidato kebangsaan Prabowo tak lain adalah penyampaian visi misi yang telah diubah. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengubah visi misi yang mereka lakukan disebabkan oleh penyesuaian dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2019-2024 teknokratis yang dirancang oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 

"Dan sebenarnya pada perkenalan visi misi karena perubahan visi misi sebelumnya. Yang tidak diyakini sendiri oleh beliau," ujar Karding saat dikonfirmasi Tribunnews, Senin (14/1/2019).

Karding meminta Prabowo tak membangun narasi-narasi pesimisme dalam pidato kebangsaannya. Sebab, ditakuti akan mendorong masyarakat untuk tidak memilih pada pemilihan serentak 17 April 2019 mendatang

"Tidak lagi baik untuk selalu membangun narasi-narasi pesimisme bahkan kadang-kadang ketakutan di tengah-tengah rakyat karena itu akan mendorong masyarakat untuk tidak semangat menggunakan hak politiknya, mendorong untuk tidak semangat berpartisipasi politik," tutur Karding.

Baca: Prabowo Subianto Akan Sampaikan Visi Misi dalam Pidato Kebangsaan Nanti Malam

Prabowo akan menggelar acara pidato kebangsaan di gedung Jakarta Convention Center, Jakarta mulai pukul 19.00. Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno berujar, Prabowo akan menjabarkan visi misi mereka di pemilihan presiden 2019.

Kedua paslon menggelar acara pemaparan visi misi secara mandiri dan format sendiri. Terutama setelah Komisi Pemilihan Umum batal menggelar acara yang sedianya digelar 9 Januari 2019 itu. Pembatalan acara penyampaian visi misi yang difasilitasi KPU batal, lantaran kedua kubu tak mencapai kesepahaman terkait mekanisme penyampaian.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved