Pilpres 2019

Survei Y-Publica: Mayoritas Publik Tak Setuju Poligami

Rudi menambahkan, berdasarkan kategori gender, responden perempuang dominan menolak poligami.

Survei Y-Publica: Mayoritas Publik Tak Setuju Poligami
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Direktur Y-Publica, Rudi Hartono, saat merilis hasil survei Y-Publica di Lentera Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil survei terbaru Y-Publica menunjukan bahwa masyarakat Indonesia cukup kritis dalam menyikapi praktik perkawinan poligami.

Terbukti, dimana mayoritas publik Indonesia tak setuju dengan perkawinan poligami.

Hal Itu telihat dari hasil terbaru Y-Publica dimana 52,3 persen responden tidak menyetujui poligami. Sementara responden yang setuju dengan poligami berjumlah 40,9 persen.

“Jadi, mayoritas publik Indonesia itu tak setuju dengan poligami,” kata Direktur Y-Publica, Rudi Hartono, saat merilis hasil survei Y-Publica di Lentera Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019).

Rudi menambahkan, berdasarkan kategori gender, responden perempuan dominan menolak poligami.

Sebanyak 65,5 persen responden perempuan tak setuju poligami. Sebaliknya, laki-laki paling banyak yang setuju poligami, yakni 60,2 persen.

“Perempuan yang paling dominan menolak poligami, karena mereka paling dirugikan oleh praktik perkawinan itu,” jelasnya.

Untuk kategori usia, lanjut Rudi, responden usia milenial (17-35 tahun) paling banyak menolak poligami. Jumlah mereka yang menolak poligami di kategori usia ini mencapai 69,3 persen.

Sementara di usia non-milenial (36 tahun ke atas), jumlah yang menolak poligami sebanyak 52,8 persen.

Selain itu, pendukung Joko Widodo – Ma’ruf Amin juga paling banyak yang menolak poligami ketimbang pendukung Prabowo – Sandiaga Uno.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved