Senin, 1 September 2025

Pilpres 2019

BPN: Dengan Berjoget, Prabowo-Sandiaga Dapat Apresiasi Masyarakat

Prabowo-Sandi berhasil membawa warna dalam debat dengan gerakan berjoget dan memijat ketika ingin meminta izin pada moderator

Editor: Johnson Simanjuntak
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, menyampaikan visi misi di debat pertama Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said mengklaim sikap paslonnya di debat perdana capres-cawapres mendapat apresiasi masyarakat.

Sebab, menurutnya, Prabowo-Sandi berhasil membawa warna dalam debat dengan gerakan berjoget dan memijat ketika ingin meminta izin pada moderator debat untuk merespon pertanyaan dari capres petahana Joko Widodo.

"Prabowo-Sandi diapresiasi masyarakat karena berhasil memberikan warna," ujar Sudirman di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/1/2019).

Sudirman mengujarkan, pemilu ini adalah ajang adu kebaikan. Sehingga tidak perlu telalu tegang namun tetap mengedepankan subtansi debat.

"Pemilu ini adu kebaikan bukan ketegangan bukan permusuhan. Jadi adegan joget dan pijat itu hal sederhana," ujarnya.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) era Presiden Joko Widodo ini juga mengkritisi penyelenggaraan debat kemarin.

Sudirman menilai sebelum dimulainya debat Komisi Pemilihan Umum (KPU) terlalu over protektif pada peserta debat.

Baca: Baasyir Dibebaskan, Yusril Ungkap Jokowi Tidak Tega Ulama Lama-lama Dipenjara

"Yang menojol sejak awal memproteksi yang berlebihan. Semangat memproteksi itu berlebih," katanya.

Ia melanjutkan, seharusnya ajang debat kemarin bisa menjadi alat untuk membuat masyarakat mengerti kualitas dari pasangan calon.

Keberadaan kisi-kisi dan keterbatasan waktu, tambah Sudirman justru sangat membatasi pasangan calon untuk memberikan gagasan tentang masalah bangsa dengan lebih lugas.

"Respons spontan yang ditunggu publik masyarakat ingin melihat seberapa bagus," katanya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan