Pilpres 2019

Boni Hargens: Tabloid Indonesia Barokah Bentuk Kemarahan Publik Terhadap Politik Hoaks

Boni juga mengatakan, pelaporan kubu Prabowo-Sandi terhadap Tabloid Indonesia Barokah merupakan bentuk ketakutan.

Boni Hargens: Tabloid Indonesia Barokah Bentuk Kemarahan Publik Terhadap Politik Hoaks
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens disela diskusi bertema 'Indonesia Barokah dan Perang Melawan Hoaks' di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (2/2/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai, kemunculan Tabloid Indonesia Barokah merupakan bentuk kemarahan publik terhadap politik hoaks yang berkembang jelang Pemilu 2019.

Boni menyebut, jika isi tabloid Indonesia Barokah berisi fakta dan pencerahan bagi masyarakat.

"Tabloid ini mengangkat fakta. Isinya memberikan pencerahan sekaligus sebuah ungkapan kemarahan terhadap politik hoaks yang telah mengancam keutuhan NKRI, perababan demokrasi, dan bahkan martabat kita sebagai manusia," kata Boni dalam diskusi 'Indonesia Barokah dan Perang Melawan Hoaks' di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (2/2/2019).

Boni juga mengatakan, pelaporan kubu Prabowo-Sandi terhadap Tabloid Indonesia Barokah merupakan bentuk ketakutan.

Sebab, tabloid itu, kata Boni mematahkan semua tuduhan-tuduhan kepada kubu Jokowi-Ma'ruf yang selama ini diserang oleh hoaks dan fitnah.

Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandi menyebut tabloit tersebut tidak sesuai dengan kode etik Jurnalistik dan melanggar kampanye.

"Reaksi oposisi wajar karena tabloid ini mematahkan semua serangan politik mereka terhadap Jokowi-Ma’ruf yang selama ini didominasi oleh berita bohong dan fitnah yang tidak berdasarkan data empiris," papar Boni.

"Tuduhan bahwa jutaan pekerja asing menguasai pasar tenaga kerja domestic terbukti bohong. Tuduhan kebangkitan kembali partai komunis juga terbukti hanyalah ilusi yang mempolitisasi sentiment sejarah masa lalu," tambahnya.

Baca: Partai Politik Tidak Pantas Calonkan Kader Mantan Napi Terpidana Korupsi

Ia juga membandingkan dengan kemunculan tabloit obor rakyat pada Pilpres 2014 lalu yang menyerang Jokowi.

Boni menyebut, isi berita dalam Tabloid Indonesia Barokah justru lebih fair dan obyektif karena menampilkan fakta-fakta yang berkembang di masyarakat.

"Kemarahan oposisi terhadap Tabloid Indonesia Barokah adalah bentuk kegelisahan dan ketakutan yang justru memperjelas asumsi hipotetik saya bahwa politik hoaks adalah scenario yang dibangun dengan sengaja oleh oposisi untuk meraup dukungan suara dalam pemilu," ungkap Boni.

"Narasi kebohongan telah menjadi strategi politik untuk memanipulasi kesadaran public demi keuntungan pemilu," imbuhnya.

Tabloid Indonesia Barokah sebelumnya banyak tersebar di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Oleh Bawaslu dan Dewan Pers, tabloid tersebut telah ditarik dari peredaran.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga telah melaporkan Tabloid Indonesia Barokah ke pihak kepolisian.

Tabloid itu dilaporkan lantaran diduga memuat pemberitaan yang tendensius terhadap pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga dan tidak jelas siapa yang menerbitkan.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved