Pilpres 2019

Deklarasi Dukung Jokowi, Alumni Trisaksi Putar Cuplikan Film Reformasi 98

Dalam kesempatan itu, ratusan alumni Univ Trisaksi ini mengucapkan deklarasi menyatakan dukungan mereka di Pilpres 2019 untuk pasangan nomor urut 01

Deklarasi Dukung Jokowi, Alumni Trisaksi Putar Cuplikan Film Reformasi 98
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
ratusan alumni Univ Trisaksi ini mengucapkan deklarasi menyatakan dukungan mereka di Pilpres 2019 untuk pasangan nomor urut 01 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan alumni Universitas Trisaksi, Sabtu (9/2/2018) berkumpul di Basket Hall, Gelora Bung Karno, Sport Compplex, Jakarta untuk menyatakan dukungan pada Jokowi.

Dalam kesempatan itu, ratusan alumni Univ Trisaksi ini mengucapkan deklarasi menyatakan dukungan mereka di Pilpres 2019 untuk pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kami alumni Trisaksi, pendukung Jokowi, mendukung ‎pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2019-2024. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melindungi keselamatan kita semua," ucap Ketua Alumni Trisaksi Muhanto Hatta dengan lantang seraya diikuti oleh seluruh alumni.

Tidak hanya itu, acara deklarasi dukungan juga diisi dengan pemutaran film ‎pendek deklarasi 98 karya Nia Dinata. Di sela-sela cuplikan film, ada pula komentar-komentar dari para alumni Univ Trisaksi soal peristiwa 98 tersebut.

Baca: Batalkan Remisi untuk Pembunuh Wartawan, Jokowi Dapat Banyak Masukan Termasuk dari Rekan Jurnalis

Cuplikan film pendek ini diputar selama sekitar 10 menit. Sepanjang film diputar, seluruh ruangan hening menyaksikan. Termasuk Jokowi juga menyimak film tersebut yang hingga kini masih belum tuntas pengusutannya.

Lebih lanjut Muhanto Hatta menuturkan deklasi ini tidak bisa dipisahkan dengan tragedi Mei 1998 yang menjadi tonggak sejarah reformasi dan bagian dari peristiwa sejarah Bangsa Indonesia.

"Empat adik-adik kami ‎meregaang nyawa. Meskipun jadi korban, akhirnya pembaharuan lahir di Mei 1998 yakni Reformasi. Pelanggaran HAM tertoreh, pengusutan pelanggaran HAM belum tertuntaskan. Ini moment bagi mereka yang tidak paham Mei 1998. Deklarasi ini bagian dari idiologi pancasila," tambahnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved