Jusuf Kalla Keberatan Ahok Gabung di Tim Sukses Jokowi-Ma'ruf, Rupanya Ini Alasannya

Kata JK, kehadiran BTP dalam TKN akan memberikan efek positif dan negatif dalam elektabilitas pasangan Jokowi=Maruf.

Jusuf Kalla Keberatan Ahok Gabung di Tim Sukses Jokowi-Ma'ruf, Rupanya Ini Alasannya
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wakil presiden RI, Jalan Merdeka Medan Utara, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019). 

Laporan Reporter Kontan, Abdul Basith


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - 
Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jusuf Kalla (JK) menyarankan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok tidak masuk dalam TKN.

"Sebagai dewan pengarah, (BTP) jangan masuk TKN," ujar JK usai rapat di Kantor Wakil Presiden, Selasa (12/2).

Kehadiran BTP dalam TKN akan memberikan efek positif dan negatif dalam elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Dampak positif akan datang dari pendukung BTP atau yang disebut "Ahokers". JK bilang Ahokers akan menambah elektabilitas Jokowi dan Ma'ruf Amin.

Baca: Prabowo Akan Ungkap Berbagai Kegagalan Pemerintahan Jokowi di Debat Kedua

Namun, dampak negatif juga akan menghantui elektabilitas pasangan 01. Hal tersebut lebih menjadi kekhawatiran dari JK. "Alasannya bisa membuat orang mengingat pak Jokowi didukung penista agama," terang JK.

Baca: Buron Kasus Pajak Rp 20 Miliar Ini Akhirnya Tertangkap di Pontianak

Sebelumnya BTP yang baru menyelesaikan masa tahanannya akhir Januari lalu. BTP pun resmi telah menjadi anggota PDI Perjuangan.

Sebelumnya BTP merupakan pasangan Jokowi saat mencalonkan diri memimpin Provinsi DKI Jakarta. Saat itu BTP merupakan kader dari Partai Gerindra.

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved