Pilpres 2019

Kampanye di Jateng, Prabowo Berkaca Kekalahan 2014

Selama empat hari, mulai hari ini hingga Sabtu mendatang, Prabowo mulai menyambangi sejumlah Kabupaten di Jawa Tengah

Kampanye di Jateng, Prabowo Berkaca Kekalahan 2014
Tribunnews/MUHAMMAD FADHLULLAH
Calon Presiden Prabowo Subianto (tengah) hadir dalam acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia Untuk Pemenangan Prabowo Sandi di Jakarta, Sabtu (26/1/2019). Acara tersebut bertujuan untuk mendukung dirinya sebagai Capres dan Cawapres Sandiaga Uno menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada periode 2019-2024. TRIBUNNEWS/MUHAMMAD FADHLULLAH 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mulai masuk ke kantong suara Jokowi dalam kampanye Pemilu Presiden 2019.

Selama empat hari, mulai hari ini hingga Sabtu mendatang, Prabowo mulai menyambangi sejumlah Kabupaten di Jawa Tengah, seperti Purbalingga, Banjarnegara, Magelang, Semarang, dan lainnya.

Direktur Legislatif Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Edhy Prabowo mengatakan gencarnya Prabowo kampanye di Jateng, berkaca dari kekalahan 2014. Di wilayah tersebut Prabowo dinilai kalah telak.

"Kami juga berkaca dari kekalahan kami sebelumnya 2014, paling besar di Jateng,"kata Edhy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (13/2/2019).

Waketum Gerindra itu mengatakan bahwa pulau Jawa menjadi fokus kampanye Prabowo-Sandi. 70 persen lebih suara di pulau Jawa. Pada Pilpres 2014 lalu, kekalahan terbesar Prabowo adalah di Jateng yang merupakan basis suara Jokowi dan PDIP.

Meskipun demikian Edhy mengatakan bahwa daerah daerah lainnya tetap di jaga, termasuk daerah yang selama ini menjadi kantong suara Prabowo di luar pulau Jawa salah satunya Sumatera Barat.

Baca: Sindir Sandiaga Uno, Hasto: Pemimpin Tak Boleh Manipulasi Sikologis

"Saya pikir salah satu strategi yang ditawarkan tim untuk fokus di sini, juga tanpa kami meninggalkan daerah-daerah lain. Daerah lain kan pak Prabowo sudah kunjungi, Sulawesi, nanti giliran Sumatera, kami akan keliling juga," katanya.

Edhy yakin dengan langsung masuk ke kantong suara Jokowi, suara warga yang dijaring akan signifikan. Sejumlah solusi permasalahan yang sudah diidentifikasi Prabowo-Sandi akan disampaikan langsung kepada masyarakat.

"Ya kita datang saja mengetuk hati mereka, menyampaikan visi kami, menawarkan jalan keluar terhadap permasalahan yang selama ini mereka hadapi, bagi yang merasa," pungkasnya.

Untuk diketahu berdasarkan data rekapitulasi suara Pilpres 2014 KPU, suara Jokowi-JK di Jawa Tengah mencapai 12.959.540. Angka itu setara dengan 1,99 kali perolehan Prabowo-Hatta, yaitu 6.485.720 suara. Selisih suara masing-masing pasangan itu mencapai 6.473.820.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved