Pilpres 2019

Setuju dengan JK, Rommy: Pak Ahok Tidak Sampaikan Minat Masuk TKN

Rommy, sapaan akrabnya, menyebut Ahok tidak menyampaikan minat masuk ke dalam bagian TKN.

Setuju dengan JK, Rommy: Pak Ahok Tidak Sampaikan Minat Masuk TKN
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Romahurmuziy 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Maruf Amin, Romahurmuziy setuju dengan pernyataan Jusuf Kalla (JK) yang menyarankan agar Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok tak gabung dalam timses.

Rommy, sapaan akrabnya, menyebut Ahok tidak menyampaikan minat masuk ke dalam bagian TKN.

"Saya kira sampai saat ini Pak Ahok juga tidak menyampaikan minatnya untuk masuk ke TKN. Jadi Pak JK menyampaikan kesimpulan demikian ya memang tidak juga berkeinginan masuk," ujar Rommy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Ketum PPP itu juga menuturkan TKN belum berencana untuk melibatkan Mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam setiap kampanye paslon 01.

Selain itu, Rommy juga menegaskan tidak ada kekahwatiran Ahok akan menggerus suara pasangan Jokowi-KH Maruf Amin dalam kontestasi Pilpres 2019.

Mengingat Ahok pernah terjerat kasus penistaan agama yang membuatnya mendekam di penjara selama 1 tahun 8 bulan 15 hari.

Dan kini, Ahok pun telah bergabung di PDI Perjuangan.

Baca: Pencalonan DPD Masih Bermasalah, Mantan Ketua MK: Pengaruhi Legitimasi Pemilu 2019

"Kalau kekhawatiran menggerus saya kira terlalu berlebih-lebihan, tapi yang pasti bahwa yang kami dengar informasi dari keluarga Pak Ahok sendiri memang akan disibukkan dengan agenda-agenda pribadi. Bahkan, informasinya mau keluar negeri sampai bukan April nanti," tutup Rommy.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jusuf Kalla (JK) menyarankan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok tidak masuk dalam TKN.

"Sebagai dewan pengarah, (BTP) jangan masuk TKN," ujar JK usai rapat di Kantor Wakil Presiden, Selasa (12/2).

Kehadiran BTP dalam TKN akan memberikan efek positif dan negatif dalam elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Dampak positif akan datang dari pendukung BTP atau yang disebut "Ahokers". JK bilang Ahokers akan menambah elektabilitas Jokowi dan Ma'ruf Amin.

Namun, dampak negatif juga akan menghantui elektabilitas pasangan 01. Hal tersebut lebih menjadi kekhawatiran dari JK.

"Alasannya bisa membuat orang mengingat pak Jokowi didukung penista agama," ucap JK.

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved