Pilpres 2019

Hanafi Sebut Kesalahan Data Jokowi dalam Debat Bisa Digugat

"Kalau saya menilainya itu banyak yang tidak benar dan bisa digugat karena termasuk penyebaran hoaks," ujar Hanafi

Hanafi Sebut Kesalahan Data Jokowi dalam Debat Bisa Digugat
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Hanafi Rais di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/1/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais menilai banyak pernyataan Jokowi yang tidak sesuai kenyataan dalam debat ke dua Pemilu Presiden yang berlangsung di Hotel Sultan, pada Minggu malam, (17/2/2019).

Menurut Hanafi Rais, kebanyakan data-data yang disampaikan Jokowi dalam tema energi, infrastruktur, pangan, dan lingkungan tersebut masuk kategori berita hoaks.

Baca: Sekjen PDI-P: Jangan Karena Kalah Debat Lalu Cari Kambing Hitam

"Kalau saya menilainya itu banyak yang tidak benar dan bisa digugat karena termasuk penyebaran hoaks," ujar Hanafi dalam diskusi di Seknas Prabowo - Sandi di Jalan Cokroaminoto, Menteng, Jakarta, Selasa, (19/2/2019).

Menurut Sekretaris Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi itu, penyebaran hoaks bisa dikategorikan pelanggaran Pemilu dan pidana.

Aturan tersebut, kata Hanafi Rais, berlaku bagi siapapun termasuk Calon petahana. Apalagi kemudian bila calon tidak berusaha mengklarifikasi datanya tersebut, sehingga seolah-olah benar.

"Siapapun yang terlibat dalam pilpres apalagi ini kandidatnya langsung, kalau mengatakan data itu salah bahkan tidak klarifikasi dan membiarkan saja kebohongan itu, seharusnya sudah kena delik hukum," kata Hanafi Rais.

Sebelumnya Jokowi dinilai salah dalam menyampaikan sejumlah data dalam debat kedua.

Dua mantan menteri Kabinet Indonesia Kerja yakni Mantan Menteri ESDM Sudirman Said dan mantan menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan bahkan menunjukan kesalahan data Jokowi melalui klipingan pemberitaan sejumlah media massa di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, (18/2/2019).

Klipingan pemberitaan media massa tersebut dintaranya yakni mengenai data kebakaran hutan yang diklaim Jokowi tidak ada selama tiga tahun terkahir serta jumlah produksi kelapa sawit di Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved