Pilpres 2019

Benarkah Suara PDIP di Pemilu Menurun Karena Ahok Bergabung?

LSI Denny JA menggunakan sampel 1200 responden sedangkan Indikator menggunakan sampel 1220, hanya selisih 20 responden.

Benarkah Suara PDIP di Pemilu Menurun Karena Ahok Bergabung?
TribunWow.com/Octavia Monica P
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif IPI, Karyono Wibowo, mencermati menurunnya elektabilitas PDIP karena bergabungnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dari sisi lembaga survei.

Ia menilai ada kejanggalan dimana dua buah lembaga survei, yakni LSI Denny JA dengan Indikator, memiliki hasil berbeda meski metodologinya sama, selisih sampelnya sama atau tak jauh beda, margin errornya sama atau tak jauh beda dan waktu pelaksanaan survei juga hampir bersamaan.

Keduanya diketahui sama-sama melakukan survei di bulan Desember 2018.

LSI Denny JA menggunakan sampel 1200 responden sedangkan Indikator menggunakan sampel 1220, hanya selisih 20 responden.

Margin error LSI Denny JA 2,8 persen, margin error Indikator 2,9 persen, berarti selisih margin errornya hanya 0,1 persen. Metodologinya pun menggunakan multi stage random sampling.

Baca: PDIP Instruksikan Kader Door to Door Kampanyekan Jokowi-Maruf di Jabar

Tetapi elektabilitas PDIP di dua lembaga survei selisihnya cukup mencolok meskipun elektabilitas PDIP sama sama di atas.

Elektabilitas PDIP di survei Denny JA 27, 7 persen, sementara di survei Indikator 21,6 persen; ada selisih relatif tajam 6,1 persen.

Oleh karena itu, Karyono menilai asumsi sebagian pihak yang menghubungkan menurunnya elektabilitas PDIP karena masuknya Ahok di partai itu, terlalu terburu-buru.

"Saya pribadi tidak berani terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa menurunnya elektabilitas PDIP disebabkan oleh masuknya Ahok di partai tersebut," ujar Karyono, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/2/2019).

LSI Denny JA mencatat elektabilitas PDIP menurun dari Desember 2018 sebesar 27,7 persen menjadi 23,7 persen pada Januari 2019.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved