Sabtu, 30 Agustus 2025

Pilpres 2019

Diisukan Bakal Geser Sang Ayah, AHY: 'Belum'

AHY membantah jika penunjukan itu ditafsirkan sebagai langkah awal pergeseran Ketua Umum partai.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Sanusi
Danang Triatmojo
AHY di DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/3/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi ditunjuk oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai panglima pemenangan partai di Pemilu 2019.

AHY membantah jika penunjukan itu ditafsirkan sebagai langkah awal pergeseran Ketua Umum partai.

Katanya, pergantian Ketua Umum Partai Demokrat masih belum terjadi.

"Tidak ada perubahan struktur partai sampai dengan hari ini, Ketum masih pak SBY. Jadi kalau kemarin ada polemik di luar sana yang disangkanya sudah ada pergantian, belum terjadi, tidak terjadi itu," ungkap AHY di DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/3/2019).

AHY menyebut, soal penunjukannya ini merupakan bentuk upaya sang ayah memenangkan Pemilu bagi Partai Demokrat.

Baca: Video Pengakuan Pembunuh yang Disewa untuk Hilangkan Nyawa Betti, Ternyata Segini Tarif dan Perannya

Sebab SBY sendiri akan absen secara fisik dalam setiap kampanye pemenangan partai, lantaran dirinya sedang mendampingi sang istri yang menjalani perawatan di Singapura.

SBY akan absen hingga proses pemungutan suara pada 17 April mendatang.

"Saya mendapatkan mandat bukan untuk itu, tapi untuk memenangkan pemilu bagi Demokrat," tutur AHY.

Baca: Pemain 17 Tahun Jadi Pewaris Nomor Punggung Atep di Persib Bandung

Sebagai langkah awal setelah didapuk sebagai panglima pemenangan Pemilu partainya, AHY langsung mengumpulkan 34 Ketua DPD Partai Demokrat seluruh Indonesia.

Konsolidasi ini dalam rangka memetakan kondisi-kondisi di lapangan soal permasalahan yang muncul setiap harinya, sebagai formula menyusun strategi pemenangan ke depan.

Dengan waktu yang hanya tinggal 47 hari lagi, Partai Demokrat akan lebih fokus dan presisi dalam menggaet suara di daerah. Salah satunya ialah terjun ke warung-warung kopi berbicara dengan warga sekitar, mendengar keluh kesah dan aspirasi mereka.

"Tapi waktunya sedikit, harus lebih presisi, akurat lagi, secara mikro kita hsrus membuat strategi dari warung kopi ke warung kopi utamanya swing voters, untuk mendukung Demokrat," pungkasnya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan