Pilpres 2019

Warga Indonesia di Nagoya Jepang Deklarasi Dukungan untuk Jokowi-Maruf Amin

Para WNI di Jepang akhirnya menggelar deklarasi dukungan untuk capres cawapres nomor urut 01, Jokowi-Maruf Amin di Nagoya.

Warga Indonesia di Nagoya Jepang Deklarasi Dukungan untuk Jokowi-Maruf Amin
Istimewa
Para WNI di Jepang akhirnya menggelar deklarasi dukungan untuk capres cawapres nomor urut 01, Jokowi-Maruf Amin di Nagoya, Sabtu (2/3/2019). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Meski dengan persiapan seadanya, para WNI di Jepang akhirnya menggelar deklarasi dukungan untuk capres cawapres nomor urut 01, Jokowi-Maruf Amin di Nagoya, Sabtu (2/3/2019).

"Saat itu berkumpul 70 orang dan memadati lantai 4 yang kebetulan sebenarnya adalah office dari restaurnat Bulan Bali di Nagoya," ungkap Vera Aoki kepada Tribunnews.com, Sabtu (9/3/2019).

Restoran dipadati dengan 50 orang lebih, dan selebihnya terpaksa duduk di lantai 2 melihat kegiatan di lantai 4 melalui siaran langsung dari teman-temannya yang ada di lantai 4.

Acara dadakan ini dipersiapkan hanya dalam jangka waktu 10 hari dimulai dari 2 orang WNI yang memosting mengenai hasil kerja Jokowi.

"Meski pun harus beberapa kali terjadi pengancaman dan lain-lain dari pendukung kubu oposisi kepada siapa saja yang berani vokal bersuara untuk Jokowi," tambahnya.

WNI di Nagoya Deklarasi Dukung Jokowi_1
Para WNI di Jepang akhirnya menggelar deklarasi dukungan untuk capres cawapres nomor urut 01, Jokowi-Maruf Amin di Nagoya, Sabtu (2/3/2019).

Baca: Ketua Umum FBR Ungkap Alasannya Dukung Jokowi-Maruf Amin: Kita Kecewa Sama Pilkada DKI

"Suasana begitu hangat, semua bersemangat bersuara untuk Jokowi. Penjelasan dari Ketum PSI Grace Natalie, Budiman Sudjatmiko dan Mbok Niluh Djelantik dan Mas Denny Siregar, yang walau hanya numpang lewat, karena kebetulan sedang mengisi acara di Bali dilakukan melalui video conference," ujar dia.

"Penjelasan yang membuat kita semakin optimistis dan harus lebih optimis akan tanah air kita walau kita jauh dari Tanah air," ujarnya.

"Hidup boleh lama di luar negeri. Tapi hati tetap Indonesia. Ini hanya pematik. Akan diadakan lagi di beberapa kota dan sudah terjadwal tanggal dan harinya," kata dia.

Diakuinya, tengah-tengah acara banyak telepon yang masuk ke teman-teman yang hadir dan melakukan siaran langsung via Facebook maupun Instagram.

"Banyak yang protes karena tidak diundang. Padahal memang ini hanya berawal dari obrolan ibu-ibu yang kumpul-kumpul makan siang. Tidak pakai pengumuman. Tapi kerja keras semua kawan-kawan yang berpatisipasi bisa mendatangkan 70 orang walau dalam hitungan 7 hari," ungkapnya.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved