Pilpres 2019
BPN Anggap Hasil Survei SMRC Sebagai Opini
Berdasarkan survei tersebut elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandi terpaut 22,8 persen.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean angkat bicara mengenai hasil riset lembaga survei SMRC mengenai elektabilitas pasangan calon di Pemilu Presiden 2019.
Berdasarkan survei tersebut elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandi terpaut 22,8 persen.
Politikus Demokrat tersebut mengatakan bahwa saat ini pihaknya sangat sulit untuk mempercayai lembaga survei. Karena hasil survei yang dipublikasikan berbeda jauh dengan kondisi realita dilapangan yang ditangkap melalui survei internal.
"Bagi kami saat ini sangat sulit untuk mempercayai hasil survei, karena menurut kami hasil yang dirilis sangat jauh berbeda dengan realita di lapangan," ujar Ferdinand saat dihubungi, Senin, (11/3/2019).
Menurutnya, bagaimana bisa dikatakan unggul jauh sementara kampanye Prabowo-Sandi mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat. Apalagi bila lembaga survei tidak mengungkapkan siapa donatur risetnya itu.
"Nah di situlah kami tidak bisa mempercayai hasil survei sekarang terlebih apabila lembaga surveinya tidak merilis siapa yang membiayai survei tersebut dan tidak membuka row datanya karena ini sangat penting sekali," katanya.
Bagi kubu Prabowo-Sandi, hasil survei elektabilitas pasangan calon yang dilakukan oleh sejumlah lembaga hanya sebagai bunga-bunga demokrasi saja. Hasil riset yang dikemukan bukan lagi fakta melainkan opini.
Baca: BPN Yakin Swing Voters akan Pilih Prabowo-Sandiaga
"Jadi tidak masalah, biarkan saja, mau Jokowi dikasih 100% tidak masalah, kami kerja terus, kami juga punya hasil survei sendiri dan kami meyakini saat ini posisi elektabilitas antara Prabowo dengan Jokowi amatlah dekat menempel dan belum bisa ditentukan siapa yang akan menang pilpres ini," tuturnya.
Berdasarkan survei internal BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand mengatakan perbedaan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandi sangatlah tipis.
"Kita rangenya itu 41 Prabowo 42 Jokowi Undecided 17%," pungaksnya.
Sebelumnya lembaga riset SMRC merilis hasil survei terbarunya mengenai elektabilitas pasangan calon di Pemilu Presiden 2019. Berdasarkan survei yang dirilis, Minggu, (10/3/2019) elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 54,9% dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 32,1%.