Pilpres 2019

BPN Sebut Banyak Kartu Boroskan Anggaran

Menurutnya banyaknya kartu seperti yang diusung oleh pasangan Jokowi-Ma'ruf memakan banyak biaya.

BPN Sebut Banyak Kartu Boroskan Anggaran
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
7 Janji Ma'ruf Amin yang Dilontarkan di Debat Ketiga, Akan Bangun Gedung Opera Seperti di Sydney 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Yandri Susanto mengatakan bahwa tidak perlu banyak kartu dalam menerapkan sejumlah program bantuan sosial.

Menurutnya banyaknya kartu seperti yang diusung oleh pasangan Jokowi-Ma'ruf memakan banyak biaya.

"Kayak gitu itu banyak itu duitnya, daripada cetak kartu ya lebih baik kita tuntaskan masalah KTP elektronik," ujar Yandri di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (18/3/2019).

Mencetak satu jenis kartu untuk jutaan masyarakat Indonesia boroskan anggaran. Oleh karena itu sudah sangat tepat bila solusinya adalah memperbaiki KTP elektronika semua program bantuan sosial merujuk pada data kependudukan.

"Bayangkan satu kartu berapa sih biaya cetak nya? kemudian kalau rusak mau dicetak lagi? ya kan nah jadi data yang diakui oleh semua pihak bahwa e-KTP tidak bisa dipalsukan datanya bisa dipertanggungjawabkan, kedudukan orang bisa diketahui, pendidikan yang bisa diketahui ya semuanya ada informasi di e-ktp," tuturnya.

Dengan merujuk pada KTP elektronik, maka data penerima bantuan sosial dapat dipertanggungjawabkan. Dengan catatan semua data kependudukan diperbaiki atau disempurnakan.

Baca: FKUB Siap Bantu Tangkal Hoaks dan Fitnah

"Itu lengkap sekali dan saya kira tidak perlu ada pihak yang nyinyir atau membantah dan harus mengakui bahwa KTP elektronik atas undang-undang, satu-satunya sumber data yang harus diakui Republik Ini, satu-satunya sumber informasi yang bisa dipertanggungjawabkan validitasnya ataupun kemurniannya oleh karena itu tidak perlu ada yang lain," pungkasnya.

Sebelumnya saat ditanya mengenai tiga kartu sakti Jokowi yang dikampanyekan pada Pemilu Presien 2019, Sandiaga mengeluarkan KTP elektronik. Menurutnya semua program bantuan sosial tidak memerlukan banyak kartu, namun cukup berbasiskan KTP elektronik. Adapun tiga kartu sakti Jokowi tersebut yakni, KIP Kuliah, Kartu Sembako, dan Kartu Pra Kerja.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved