Pilpres 2019

Fadli Zon Yakin Debat Ketiga Pilpres 2019 Berikan Efek Elektoral Bagi Prabowo-Sandi

Fadli Zon yakin debat ketiga Pilpres 2019 memberikan efek elektoral bagi pasangan Prabowo-Sandi.

Fadli Zon Yakin Debat Ketiga Pilpres 2019 Berikan Efek Elektoral Bagi Prabowo-Sandi
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon yakin debat ketiga Pilpres 2019 memberikan efek elektoral bagi pasangan Prabowo-Sandi.

Alasannya, pemaparan Sandiaga Uno dalam debat ketiga Pilpres 2019 lebih memberikan solusi dalam bidang pendidikan, ketenagakerjaan,sosial, dan budaya.

Hanya saja Fadli Zon mengaku tidak tahu berapa persen efek elektoral yang didapat.

Baca: Jenguk Ahmad Dhani di Medaeng, Mulan Jameela Bawakan Makanan Kesukaan Suaminya Sampai 2 Tas Kresek

"Tentu (beri efek elektoral) kalau ditanya ke saya, apa yang ditawarkan pak Sandiaga lebih konkret, jelas, lebih solutif," ujar Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/3/2019).

Selain itu, efek elektoral akan didapatkan Prabowo-Sandi, karena kubu Jokowi-Ma'ruf hanya mengandalkan sejumlah program Kartu bantuan sosial ekonomi dalam kampanye Pemilu Presiden 2019.
Sementara itu, program kartu sebagai solusi permasalahan sosial dan ekonomi, sudah tidak akan mempan lagi dalam menjaring suara masyarakat.

Baca: Otak Pembunuhan Pria di Sekupang Batam Tertangkap: Dipicu Cinta Segitiga Hingga Pelarian Pelaku

Karena menurutnya program serupa yang diusung Jokowi dalam Pemilu Presiden 2014 tidak berjalan.

"Jadi menurut saya gagasan pakai jurus kartu Sudah kuno lah dan basi, karena di masa lalu juga sudah basi, engga menyelesaikan masalah," katanya.

Baca: Pelaku Penembakan di Christchurch Brenton Tarrant Beli 4 Senjata Secara Online

Efek elektoral bagi Prabowo-Sandi tersebut menurut Fadli Zon bukan hanya karena debat antara Cawapres saja, melainkan ditunjang sejumlah program petahana yang gagal menyelesaikan masalah di periode pemerintahannya.

"Empat tahun, hampir lima tahun pemerintahan Jokowi ini kan gagal memberi kesejahteraan rakyat. Nawacita menjadi nawaduka kan, gagal kan. kenapa engga disebut sebut lagi tuh nawacita, karena memang gagal," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved