Pilpres 2019

Perempuan Bravo 5 Setuju atas Isi Pemaparan KH Maruf Amin dalam Debat Cawapres

Ma'ruf Amin menunjukkan konsistensi dalam memaparkan visi dan misi Capres dan Cawapres 01 yaitu Indonesia Maju

Perempuan Bravo 5 Setuju atas Isi Pemaparan KH Maruf Amin dalam Debat Cawapres
Kompas.com/ GARRY ANDREW LOTULUNG
Calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin berjabat tangan dengan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin menunjukkan konsistensi dalam memaparkan visi dan misi Capres dan Cawapres 01 yaitu Indonesia Maju yang diwujudkan dengan SDM yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi dalam debat ke-tiga, Minggu (17/3/2019) malam.

Untuk mewujudkan itu, semua perlu didorong oleh budaya peduli, kesetaraan dan solidaritas yang tinggi.

Hal itu diungkapkan oleh Sekjen Perempuan Bravo 5, Ruby Kholifah.

”Revitalisasi di bidang, kesehatan, pendidikan dan ketenagakerjaan harus dibarengi dengan revitalisasi budaya dan sosial yaitu budaya “respect” dan saling menolong. Di mana kesetaraan laki-laki dan perempuan perlu di junjung, dan budaya toleransi dihidupi untuk menggerakan solidaritas sosial lintas perbedaan,” ungkap Ruby, dalan keterangan, Senin (18/3/2019).

Pada perdebatan tentang stunting, baik Kyai Ma’ruf dan Sandiaga menyoroti tentang masalah stunting.

Keberhasilan pemerintah dalam menurunkan stunting sampai 7 persen, tentu saja tidak hanya didukung dari sektor kesehatan klinis.

Tapi juga segala tindakan pencegahan mulai dari fase pra nikah melalui kursus pra nikah, pada perencanaan kehamilan, dan setelah melahirkan.

“Saya sangat setuju dengan Kyai Ma’ruf yang mengatakan bahwa Stunting juga mengandung masalah sosial dan budaya. Intinya bahwa ada banyak faktor yang mendukung terjadinya stunting, diantaranya karena ekosistem yang tidak sehat buat ibu dan anak," tegas Ruby

Hal lainnya, pergeseran kebijakan ketenagakerjaan yang lebih mengarah pada perlindungan dimana bukan saja adanya regulasi yang melindungi, tetapi juga jaminan ekosistem yang sehat untuk para pekerja. ini yang dinamakan perwujudan 'negara hadir' bersama rakyat Indonesia.

Baca: Fahri Hamzah Soroti Kartu Maruf Amin & E-KTP Sandiaga Uno - Sebut Prabowo Bisa Atasi Defisit BPJS

Tidak salah, kalau selama empat tahun menjadi Presiden, Pemerintah Jokowi-JK berhasil menyelamatkan 51.088 kasus WNI bermasalah, membebaskan 39 WNI yang disandera di Filipina, Somalia, dan Libya, mengevakuasi 16.432 WNI dari daerah perang, konflik politik dan bencana alam di seluruh dunia, 443 WNI dibebaskan dari ancaman hukuman mati, 181.942 TKI telah direpatriasi ke tanah air, Rp388 miliar pengembalian total hak finansial WNI/TKI di luar negeri 2015-2018.

Hal yang menjadi sorotan pihaknya adalah komitmen untuk memberantas pemberitaan hoax dan fitnah keji.

Perempuan bravo 5 sangat mengamini bahwa hoax telah mengubah budaya kemanusiaan kita menjadi budaya 'tidak punya hati'.

Oleh karenanya, memberantas hoax dan mendorong penegakan hukum tentang kasus hoax merupakan tanggunjawab semua pihak.

”Jika mau SDM Indonesia berkualitas, maka Perempuan dan anak Indonesia harus terbebas dari ancaman buta huruf, gizi buruk dan kekerasan. Termasuk rasa tidak aman dan nyaman karena penyebaran berita fitnah yang berpotensi mempresekusi perempuan,” pungkasnya.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved