Pilpres 2019

BPN Prabowo-Sandi Minta Bantuan Pemantau Internasional dari 23 Negara untuk Awasi Pemilu 2019

Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso mengungkapkan, bantuan itu berupa pengiriman observer atau pemantau internasional.

BPN Prabowo-Sandi Minta Bantuan Pemantau Internasional dari 23 Negara untuk Awasi Pemilu 2019
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso saat hadir di Posko Garda RSP di Jalan Rajiman nomor 483, Laweyan, Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Solo, Jumat (22/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno (Prabowo-Sandi) meminta bantuan 23 negara Uni Eropa saat Pemilu 17 April 2019.

Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso mengungkapkan, bantuan itu berupa pengiriman observer atau pemantau internasional.

"Saya didatangi 23 duta besar (dubes) negara-negara Uni Eropa," ungkap dia saat hadir di Posko Garda RSP di Jalan Rajiman nomor 483, Laweyan, Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Solo, Jumat (22/3/2019). 

Lantas lanjut mantan Penglima TNI itu, BPN meminta observer atau pemantau internasional itu untuk mengawasi pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 mendatang.

"Saya sampaikan apa di negara tuan-tuan orang gila nyoblos? Apakah di negara tuan satu desa hanya kepala desa yang mencoblos dengan yang namanya noken?," tuturnya.

Baca berita selengkapnya >>>

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved