Pilpres 2019

Survei Indomatrik: Elektabilitas Prabowo-Sandi Ungguli Jokowi-Ma'ruf

Syahruddin menuturkan Jokowi-Ma'ruf Amin mengalami penurunan elektabilitas dari survei bulan Desember 2018 dengan 47,97 persen menjadi 43,92 persen.

Survei Indomatrik: Elektabilitas Prabowo-Sandi Ungguli Jokowi-Ma'ruf
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Lembaga survei Indomatrik meriis hasil survei terbarunya, di Hotel Ibis Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga survei Indomatrik merilis hasil survei terbarunya.

Hasil survei terbaru tersebut menunjukkan elektabilitas pasangan calon (paslon) nomor 02, Prabowo-Sandi unggul dari pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Berdasarkan data hasil survei, pasangan Prabowo-Sandi mendapatkan simpati publik sebesar 51,07 persen, sedangkan pasangan Joko W-Ma'ruf A 43,92 persen," kata Direktur Riset Lembaga Survei Indomatrik, Syahruddin Ys di Hotel Ibis Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).

"Sementara mereka yang belum menentukan atau swing voter tapi akan berpartisipasi dalam pilpres sekitar 5,01 persen. Dengan demikian perbedaan tingkat elektabilitas sekitar 7,15 persen," imbuhnya.

Syahruddin memaparkan alasan masyarakat memilih kedua pasang capres-cawapres.

Mereka yang memilih Prabowo-Sandi, beralasan karena paslon 02 itu terlihat lebih tegas dan berwibawa.

Selain itu, masyarakat menginginkan adanya perubahan dan memiliki pemimpin yang inovatif untuk memperbaiki kondisi ekonomi.

Sementara, Jokowi dinilai tidak menepati janji kampanye pilpres 2014.

"Elektabilitas Prabowo-Sandi bertengger di angka 51,07 persen ini disebabkan dari beberapa alasan yang diungkap masyarakat Indonesia, di antaranya alasan menginginkan perubahan, menginginkan presiden baru, mampu memperbaiki ekonomi, mampu membawa Indonesia lebih baik ke depan, dan figur Prabowo-Sandi yang dipandang berkarakter tegas dan berwibawa," paparnya.

Baca: Di Acara ILC TVOne, Effendi Gazali: Siapa Yang Percaya Lembaga Survei? Enggak Ada?

"Kurun 4,5 tahun banyak yang anggap rendahnya kinerja Jokowi dan janji-janjinya dan banyaknya koalisi yang tertangkap tangan itulah yang buat menurun," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved