Pilpres 2019

Bawaslu Jakut Ciduk Pria yang Diduga Terlibat Money Politic, Ini Tanggapan Polri

Bawaslu Jakarta Utara menciduk seorang pria yang diduga terlibat money politic, Senin (15/4) kemarin.

Bawaslu Jakut Ciduk Pria yang Diduga Terlibat Money Politic, Ini Tanggapan Polri
Pinterest
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bawaslu Jakarta Utara menciduk seorang pria yang diduga terlibat money politic, Senin (15/4) kemarin.

Terkait hal itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kasus tersebut masih berada dalam assessment Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

"Masih di Panwaslu. Nanti kalau di Panwaslu sudah selesai di-assessment akan diserahkan ke Gakkumdu. Nanti ada 14 hari (untuk memproses)," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2019).

Ia tidak bisa memastikan berapa lama Panwaslu akan memproses kasus tersebut.

Menurutnya, hal itu sangat bergantung pada kemampuan Panwaslu dalam meng-assessment kasus yang juga menyinggung nama M Taufik tersebut.

Baca: Catat! Berikut Ini Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Pemilih dalam Pemilu 2019

"Ya secepatnya, tergantung kemampuan Panwaslu untuk assessment peristiwa pidana tersebut," kata dia.

Jenderal bintang satu itu memastikan hari ini Panwaslu akan memulai assessment. Apabila hari ini sudah ditemukan unsur pidananya, maka tentu akan langsung dilimpahkan ke Gakkumdu.

"Gakkumdu memiliki proses 14 hari setelah menerima laporan dari Panwaslu. 14 hari proses semuanya yang dilakukan Gakkumdu sampai tahap 2. Baru proses persidangan. Itu harus cepat prosesnya," tukas Dedi.

Sebelumnya diberitakan, Bawaslu Jakarta Utara menciduk pria bernama Carles Lubis di depan kediaman Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik di wilayah Warakas, Jakarta Utara, Senin (15/4/2019) kemarin. Charles diciduk karena diduga terlibat politik uang.

"Ketangkapnya 17.30 WIB di wilayah Warakas, di depan rumah Pak Taufik, di posko kemenangannya," ujar Ketua Bawaslu Jakarta Utara, Mochammad Dimyati, saat dikonfirmasi, Selasa (16/4/2019).

Namun, dirinya mengaku tidak bisa merinci lebih jauh karena tidak ikut penangkapan. Saat kejadian, berdasar informasi tidak ada M Taufik di sana.

Sehingga, belum bisa dipastikan apakah ada keterlibatan M Taufik dalam kejadian ini. Saat kejadian diamankan amplop yang belum diketahui berapa isinya.

"Barang buktinya sudah ada berupa amplop. Amplop warna putih. Tapi, isinya berapa kita belum tahu," ungkap Dimyati.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved