Pilpres 2019

Beratnya Tugas Surveyor Lembaga Survei: Mimpi Angka dan Kotak Suara hingga Ancaman di Daerah Konflik

Berbagai macam kendala dihadapi saat pengiriman tim ke lapangan. Bukan hanya lokasi yang susah dijangkau, beberapa juga karena adanya intimidasi.

Beratnya Tugas Surveyor Lembaga Survei: Mimpi Angka dan Kotak Suara hingga Ancaman di Daerah Konflik
WARTA KOTA/henry lopulalan
PERSEPI JUMPAPRES - Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepsi) melakukan jumpa per terkait Expose data, Quick Count Pemilu 2019 Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4). Delapan anggota Persepsi yang melakukan poling sudah bekerja secara profesional dan bersedia diaudit atas rilis survei dan hasil akhir perolehan suara ada di KPU sebagai penyelenggara pemungutan suara serentak. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi menceritakan hasil hitung cepat dari berbagai lembaga survei untuk perolehan pasangan calon dalam Pemilu, bukanlah hal yang mudah.

Ada proses di balik layar dan membutuhkan waktu lebih dari satu bulan untuk pencanangan.

Bahkan, kata Hasan Nasbi, surveyor mereka sampai banyak yang bermimpi angka dan kotak suara sebelum hari H.

"Ada anak-anak surveyor kami tuh sampai mimpi angka loh. Mimpi angka, mimpi kotak suara itu banyak. Bayangkan, satu bulan lebih kita coding untuk menentukan random TPS. Itu isinya angka semua," jelas Hasan Nasbi saat acara Membuka Data Quick Count di Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Pelatihan relawan juga dilakukan selama satu atau dua minggu sebelum turun ke lapangan.

Antusiasme Warga -  Antusiasme warga mendatangi TPS membuat kotak suara cepat terisi meskipun masih pagi di TPS 04 Rt 03 dan Rt 06 Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (17/4). (Tribun Jabar/Zelphi)
Antusiasme Warga - Antusiasme warga mendatangi TPS membuat kotak suara cepat terisi meskipun masih pagi di TPS 04 Rt 03 dan Rt 06 Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (17/4). (Tribun Jabar/Zelphi) (TRIBUN JABAR/ZELPHI)

Saat pelatihan tersebut, pengunaan aplikasi serta hal-hal yang mendukung untuk mendapatkan hasil yang benar terus diajarkan.

Berbagai macam kendala dihadapi saat pengiriman tim ke lapangan.

Bukan hanya lokasi yang susah dijangkau, beberapa juga karena adanya intimidasi, ancaman dan ditempatkan di daerah konflik.

Baca: Sembilan Anggota Polri Meninggal saat Bertugas Selama Pemilu 2019, Ini Daftarnya

"Di Nias itu, belum bisa kami hitung sampai sekarang. Dari 2002 TPS yang kami tempatkan, ada satu yang belum masuk," ungkap Hasan Nasbi.

Hal serupa diungkapkan oleh Direktur Saiful Mujani Research Centre (SMRC), Deni Irvani yang menjelaskan, terdapat 93 TPS tidak memungkinkan untuk dijangkau oleh mereka.

Halaman
12
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved