Pilpres 2019

Banyak Korban Meninggal, Pemilu Serentak Harus Dievaluasi

Ia mengaku sangat prihatin dengan banyaknya petugas KPPS yang meninggal dan jatuh sakit

Banyak Korban Meninggal, Pemilu Serentak Harus Dievaluasi
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Marjiyem menunjukkan foto almarhum suaminya, Mujiyono, yang gugur saat menjadi KPPS di Bantul, Rabu (24/4/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal usai Pemilu Serentak 2019 menjadi sorotan. Sejumlah pihak meminta sistem pemilu serentak antara Pilpres dan Pileg dievaluasi.

Salah satunya dari Politikus PAN M Yasin Kara. Ia menilai bahwa sistem pemilu tersebut harus dikaji lagi.

"Kalau sampai 230 orang (meninggal) harus dikaji lagi. Aturan-aturannya dikaji dulu, lebih objektif," ujarnya dalam diskusi di Kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu, (27/4/2019).

Ia mengaku sangat prihatin dengan banyaknya petugas KPPS yang meninggal dan jatuh sakit. Menurutnya harus ada perhatian terhadap petugas KPPS tersebut yang telah bekerja menyukseskan pesta demokrasi.

Baca: Djanur Beberkan Fokus TC Persebaya di Bali Pekan Depan, Sebut Akan Latih Psikologi Pemain di Ubud

Sementara Mantan Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan bahwa sebaiknya evaluasi Pemilu tidak dilakukan terburu-buru. Evaluasi sebaiknya dilakukan setelah proses Pemilu usai.

"Sekarang sebaiknya fokus pada rekapitulasi suara," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved